Hidayatullah.com—Perdana Menteri Iraq Nuri al-Maliki mendesak negara-negara Uni Eropa untuk berhenti mendorong warga Kristen Iraq untuk pindah keluar dari negaranya, lapor sebuah situs lokal dikutip Al-Arabiya (14/12/2012).
“Saya mendesak negara-negara UE menarik diri dari mendorong orang-orang Kristen Iraq untuk pindah ke luar negeri … Kami hidup berdampingan dalam harmoni dan menikmati hubungan baik tanpa ada koflik,” kata Maliki, perdana menteri berlatar belakang Syiah yang naik ke pucuk pimpinan Iraq atas sokongan penuh Amerika Serikat, setelah Saddam Hussein digulingkan.
Hal tersebut disampaikan al-Maliki saat upacara pembukaan sebuah gereja di distrik al-Karada di pusat kota Baghdad, Lady of Salvation Church. Gereja itu dibuka untuk umum pada hari Jumat (14/12/2012) setelah dipugar.
“Saya telah meminta Pau Benediktus XVI di Vatikan untuk mengeluarkan pernyataan yang mendesak umat Kristen agar tetap tinggal di Iraq, sehingga Timur tidak kosong dari kehadiran orang Kristen, seperti halnya Barat tidak kosong dari Muslim,” kata al-Maliki dikutip Al-Sumaria News.
Menurut al-Maliki, Vatikan telah menganggapi “positif” permintaannya, dengan mendorong warga Kristen Iraq agar tetap tinggal di negara asal mereka.*