Hidayatullah.com—Sembilan pelancong muda beransel dilarikan ke rumah sakit di Perth, Autralia bagian barat, setelah menghirup narkoba yang disangka kokain.
Tiga orang dalam kondisi kritis setelah menyedot bubuk putih misterius yang dikirim lewat pos yang ditujukan untuk orang lain.
Kesembilan pemuda tu mengalami kejang-kejang, lumpuh dan halusinasi.
Hasil tes menunjukkan bubuk putih itu mengandung hyoscine, obat resep dokter yang populer sebagai obat untuk kencan perkosaan.
Lima dari backpacker itu berkewarganegaraan Prancis, dua Jerman, satu Italia dan satu Maroko. Mereka berusia antara 21 dan 25 tahun, lansir BBC Kamis (4/1/2018).
Satu korban mengatakan kepada koran West Australia bahwa mereka menginap di sebuah properti di distrik Victoria Park saat paket bubuk putih itu tiba lewat pos. Paket tersebut ditujukan untuk penyewa tempat tersebut sebelumnya.
Mereka kemudian memutuskan untuk membuka paket itu dan menemukan bubuk putih di dalamnya, terbungkus selembar kertas bertuliskan “scoop”, kata pemuda itu yang mengaku bernama Simone.
Tulisan “scoop” kemungkinan untuk menyebut “scopolamine”, nama lain dari hyoscine.
Meyakini bubuk itu adalah kokain, mereka lantas membaginya menjadi sembilan dosis dan menyedotnya lewat hidung. Hanya saja mereka langsung mengalami kejang-kejang dan tidak dapat meminta pertolongan.
“Kami tidak bertenaga, tidak dapat melakukan apapun,” kata Simone. Kondisi mereka baru diketahui ketika seorang teman, yang pergi keluar malam itu, pulang ke rumah.
Tiga orang, dua warga Prancis dan satu Jerman, kondisinya masih dirawat di ruang intensif dengan peralatan medis penunjuang hidup terpasang di tubuh mereka.
“Beberapa dari orang ini saya yakin bisa mati jika tidak mendapat perawatan medis,” kata David McCutcheon dokter di unit gawat darurat Royal Perth Hospital.
Dia menjelaskan, ketika tiba di rumah sakit kesembilan pemuda itu sedang dalam kondisi berhalusinasi dengan jantung berdetak sangat cepat. Begitu kritisnya beberapa di antara mereka harus dikondisikan koma demi mencegah hal lebih buruk.
Hyoscine didapat dari tanaman narkotika yang dikenal masyarakat sebagai “Devil’s Breath” (nafas iblis). Tumbuhan ini dikenal luas di Kolombia dan tumbuh liar. Biasa dipakai sebagai obat herbal untuk mengatasi mual, gangguan lambumg dan lainnya. Orang yang mengkonsumsinya akan mengalami rasa kantuk dan mulut kering. Jika dosisnya terlalu banyak maka dapat menimbulkan halusinasi, kejang-kejang hingga kematian.
Narkotika itu biasa dipakai di dunia kriminal untuk melakukan perampokan, serangan seksual, pemerkosaan dan penculikan. Orang bisa langsung terkapar jika menghirup sedikit saja dari bubuk putih hyoscine yang ditiupkan di depan wajahnya. Sebagian kalangan menyebut narkotika ini menjadikan orang yang mengkonsumsinya seperti zombie.
Setiap tahun di Kolombia, terjadi 50.000 insiden yang dikaitkan dengan narkotika ini.*