Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasca-Brexit Inggris Buka Visa Jalur Cepat untuk Orang Bertalenta

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Januari 2020 18:58 6:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Januari 2020 18:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Inggris akan meluncurkan “global talent visa” pada 20 Februari 2020 untuk menarik minat peneliti dan pakar matematika datang ke Inggris, tanpa ada batasan berapa banyak orang yang akan diteima.

Selain itu, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan akan ada paket £300 juta untuk penelitian bidang matematika tingkat lanjut. Alokasi itu akan melipatgandakan pendanaan untuk PhD baru dan menambah jumlah fellowship di bidang matematika dan proyek-proyek riset.

“Seiring dengan akan keluarnya kami dari Uni Eropa, saya ingin mengirimkan pesan bahwa Inggris terbuka bagi orang-orang yang sangat bertalenta di dunia, dan siap menyokong mereka untuk mewujudkan ide-idenya menjadi kenyataan,” kata Johnson seperti dikutip The Guardian Ahad (26/1/2020).

Visa jalur cepat ini merupakan pengganti “Tier 1 Exceptional Talent Visa”, yang mana orang-orang asing bisa memperoleh visa dengan endorsement dari Royal Society, Royal Academy of Engineering, British Academy, Tech Nation atau Arts Council England.

Aplikasi visa itu dulu dipatok hanya 2.000 pertahun, tetapi tidak pernah mencapai jumlah tersebut. Di bawah skema baru ini, lembaga pendanaan UK Research and Innovation juga akan bisa mengeluarkan rekomendasi bagi pemohon visa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemohon visa tersebut tidak perlu memiliki tawaran pekerjaan sebelum datang ke Inggris, dan akan ada proses cepat untuk penyediaan tempat tinggal bagi semua ilmuwan dan peneliti pemegang rekomendasi atau endorsement.

Akan tetapi kebijakan PM Boris Johnson ini dianggap sekedar “iming-iming pemasaran” oleh politisi jubir Partai Liberal Demokrat Christine Jardine.

“Boris Johnson menunjukkan bahwa pada dasarnya dia tidak memahami apa yang membuat sektor sains kita begitu sukses. Mengubah nama visa dan mencabut batasan jumlah aplikasi tidak akan pernah berhasil, ini bukan sebuah yang rencana sungguh-sungguh,” kata Jardine.

Salah satu kekhawatiran dampak hengkangnya Inggris dari Uni Eropa adalah negara itu tidak lagi diminati oleh para cerdik pandai dari seluruh dunia, sehingga kerajaan itu akan tertinggal jauh dari negara-negara maju tetangga mereka di daratan Eropa dan terisolasi dari kemajuan global.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Brexitinggristalentavisa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pusat Bisnis Nigeria Lagos Larang Ojek Masuk Jalan Utama
Tulisan selanjutnya Wanita Australia Meninggal Saat Lomba Makan Kue Lamington

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?