Hidayatullah.com–Fawzi al-Juneidi, seorang remaja Palestina yang bulan lalu menjadi simbol perlawanan rakyat Palestina terhadap keputusan AS yang mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Israel, tiba di Istanbul, Turki, Selasa (16/01/2018), lapor Anadolu Agency.
Al-Juneidi, 16 tahun, disambut oleh para pejabat kota Istanbul di Bandara Ataturk International di Istanbul, di mana dia dijadwalkan akan berpartisipasi dalam beberapa kegiatan selama tiga hari ke depan.
Remaja tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan rakyat Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang sudah berjalan lama terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Saya telah melihat foto saya yang sudah masyhur saat saya dibebaskan dari penjara,” katanya. “Polisi Israel tidak mengizinkan kami menggunakan perangkat elektronik – tidak ada telepon, televisi atau apapun.”
Baca: Foto Viral! Puluhan Tentara Israel BersenjataTangkap Seorang Remaha Paletina
Sebelumnya, al-Juniidi mengunjungi kru film serial TV populer Turki Payitaht Abdulhamid yang menggambarkan Kekaisaran Ottoman (Khilafah Islamiyah) pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid.
Akun Twitter resmi dari serial tersebut berbagi foto al-Juneidi dengan para aktor Payitaht di set film tersebut.
Ikon perlawanan yang masih belia tersebut mengatakan bahwa dia “sangat senang” tentang pertemuannya dengan Presiden Erdogan secara khusus.
“Saya merasa terhormat bisa bakal bertemu dengan Presiden Erdogan dan Perdana Menteri [Binali] Yildirim; Saya menunggu dengan tegang,” kata al-Juneidi.
Al-Juneidi ditangkap pada 7 Desember di Hebron (Al-Khalil), kota di Tepi Barat, setelah diseret di atas tanah dan ditutup matanya oleh beberapa tentara Israel bersenjata berat.
Baca: [Foto] Perempuan Palestina Bela Harga Diri Umat di Intifada Al-Quds
Setelah tiga pekan ditahan di penjara Israel, dia akhirnya dibebaskan dengan jaminan dan kembali ke keluarganya pada 28 Desember.
Setelah penangkapan al-Juneidi akhir tahun lalu, sebuah foto pemuda yang ditutup matanya menjadi simbol perlawanan sengit rakyat Palestina terhadap keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel – sebuah langkah yang menimbulkan kecaman dan protes luas dari seluruh dunia Arab dan Islam. */Abd Mustofa, Sirajuddin Muslim