Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Xi Jinping: Satu Negara Dua Sistem akan Dipertahankan di Hong Kong

Dija
Terakhir diupdate: 2 Juli 2022 09:37 9:37 am
Dija
Dipublikasikan 1 Juli 2022 22:32
Bagikan
Xi Jinping
Bagikan

Hidayatullah.com– Model pemerintahan “satu negara dua sistem” yang ditetapkan China di Hong Kong terbukti melindungi kota itu dan harus dipertahankan dalam jangka panjang, kata Presiden Xi Jinping.

Hong Kong hari Jumat (1/7/2022)  menandai 25 tahun sejak Inggris mengembalikan wilayah itu ke China.

Prinsip “satu negara dua sistem” lahir dari kesepakatan antara Inggris dan China dan diabadikan dalam undang-undang di Hong Kong. Dengan sistem ini Hong Kong seharusnya dikelola dengan hak otonomi dan perlindungan terhadap hak berbicara serta berserikat dan berkumpul, serta hak-hak lain yang tidak diberikan di China daratan.

Perlindungan khusus untuk kota bisnis itu akan berakhir 2047. Setelah itu Hong Kong akan dikelola sepenuhnya seperti apa yang Beijing mau.

“Satu negara dua sistem telah lolos uji dan terbukti dari waktu ke waktu, dan tidak alasan untuk mengubah sistem bagis seperti itu,” kata Xi dalam pidatonya di bekas koloni Inggris itu, disambut tepukan tangan para hadirin yang kebanyakan merupakan kaum elit Hong Kong yang pro-Beijing.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Xi mengatakan bahwa “demokrasi sejati” di Hong Kong dimulai ketika wilayah itu dikembalikan ke China.

Namun, dari tahun ke tahun kota bisnis itu mengalami aksi protes besar-besaran terhadap tangan besi Beijing atas kota bisnis itu, yang selama di bawah kendali Inggris menikmati kebebasan dan kemakmuran layaknya negeri-negeri di Barat.

Tahun 2022, China memberlakukan undang-undang keamanan yang membungkam kebebasan berbicara dan orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah Beijing.

Reformasi undang-undang pemilu terbaru memastikan bahwa hanya “patriot” yang hanya bisa mencalonkan diri untuk jabatan publik.

Dalam pidatonya, Xi membela kebijakan-kebijakan batu itu yang disebutnya “demi menyelamatkan stabilitas jangka panjang dan keamanan Hong Kong.

“Tidak ada orang di negara atau daerah manapun di dunia yang akan membiarkan kekuasaan politik jatuh ke tangan kekuatan atau individu yang tidak mencintai, atau bahkan akan menjual atau mengkhianati, negaraa mereka sendiri,” kata Xi, seperti dilansir BBC.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sebelumnya pada hari Jumat mengatakan,” Kami tidak akan menyerah atas Hong Kong.”

“Dua puluh tahun silam kami berjanji kepada teritori itu dan rakyatnya dan kami bertekad untuk memegang janji itu, melakukan apa yang kami bisa agar China memegang komitmennya sehingga Hong Kong kembali diperintah oleh rakyat Hong Kong, untuk rakyat Hong Kong,” kata Johnson.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHong KongXi Jinping
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gigi Emas Pahlawan RD Kongo Patrice Lumumba Dikuburkan 60 Tahun Setelah Pembunuhannya
Tulisan selanjutnya Perbedaan Idul Adha: Hari Arafah dan Shalat Id Ikut Siapa?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?