Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Orang Jerman Semakin Banyak yang Membeli Senjata

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Februari 2018 19:06 7:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Februari 2018 19:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jumlah orang Jerman yang memegang izin kepemilikan senjata meningkat cukup mencolok dua tahun terakhir.

Memiliki dokumen yang diperlukan memungkinkan orang untuk membawa senjata semacam pistol gas yang tidak mematikan di tempat publik. Pada Januari 2016, hanya di bawah 301.000 orang yang memiliki izin semacam itu, tetapi di bulan Desember 2017 angkanya naik menjadi lebih dari 557.000.

Para peritel senjata mengatakan bahwa senjata defensif seperti senter penyilau mata dan gas semprot laku keras, sampai-sampai mereka kewalahan memenuhi permintaan pelanggan.

Kelas bela diri juga semakin populer. Klub taekwondo, fitnes, bahkan perkumpulan di pusat-pusat kegiatan masyarakat yang mengajarkan teknik bela diri mengalami peningkatan jumlah peserta, lapor Deutsche Welle Kamis (1/2/2018).

Persepsi keamanan masyarakat

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hasil jajak pendapat opini publik bulan Januari 2017 menunjukkan bahwa mayoritas orang di Jerman puas dengan perasaan keselamatan mereka, tetapi bagi sekitar seperempat dari populasi negara mereka sekarang semakin tidak aman. Survei, yang dilakukan oleh lembaga riset opini publik Infratest dimap, menunjukkan bahwa 23 persen orang Jerman merasa “kurang aman” atau “sangat tidak aman”, hanya di bawah seperempat yang merasa “sangat aman” dan 51 persen mengaku “agak aman”, sekitar 32 persen mengaku “kurang aman” dibanding dua tahun lalu. Lebih dari dua pertiga berpendapat “tidak banyak perubahan” bagi mereka.

Survei itu juga mengindikasikan bahwa banyak warga Jerman yang sudah mengambil langkah antisipasi. Sepertiga responden mengaku menghindari jalan-jalan tertentu atau tempat-tempat tertentu di malam hari. Hampir dua pertiga mengatakan bahwa mereka membawa alat tersembunyi atau senjata untuk membela diri.

Ketertarikan untuk memiliki senjata di kalangan warga Jerman bertambah seiring dengan banjir migran dan pengungsi ke negara itu. Ketika ditanya oleh Infratest dimap perihal kelompok mana yang paling mereka takuti, hampir sepertiga menjawab “orang asing dan pengungsi”. Kelompok kedua yang paling ditakuti adalah neo-Nazi dan kemudian ekstrimis sayap kanan (13 persen).

Lantas apakah kepemilikan senjata menambah tingkat rasa keamanan? Menurut pakar kriminologi dan pengacara Arthur Kreuzer jawabnya adalah tidak.

“Dalam situasi psikologis ekstrim, banyak orang pengguna senjata api justru menembak diri mereka sendiri atau orang lain,” kata Kreuzer dalam kuliah di Universitas Kepolisian Jerman bulan Juli 2017. “Jika senjata apa tidak ada di tangan, sebagian kasus bunuh diri spontan atau pembunuhan tanpa disengaja bisa dihindari,” imbuhnya.

Lebih jauh, kata Kreuzer, peningkatan kepemilikan senjata justru meracuni iklim koeksistensi dalam masyarakat. “Mentalitas senjata meluas, saling tidak percaya dan ketakutan tumbuh subur, kepercayaan akan keamanan publik melemah dan akhirnya kewenangan negara untuk mengatasi kekacauan di masyarakat diremehkan.”

Oleh karena itu menurut Dina Hummelsheim-Doss, seorang peneliti sosiologi dan kriminologi di Max Planck Institute for International Criminal Law di Freiburg, penting sekali untuk mengetahui mengapa orang Jerman merasa tidak aman. Biasanya, kata wanita peneliti itu, kebanyakan berhubungan dengan kriminalitas itu sendiri.

“Kita mengetahui bahwa ketakutan akan kriminalitas berkaitan erat dengan ketakutan yang lain,” katanya. “Kriminalitas selalu mencerminkan masalah-masalah sosial. Itu kenapa kebijakan untuk mengatasi kriminalitas harus lebih difokuskan pada masalah sosial yang ada di dalam masyarakat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seratusan Migran Eritrea dan Afghanistan Bentrok di Calais
Tulisan selanjutnya Tariq Ramadan Ditahan di Paris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?