Hidayatullah.com—Para pengunjuk rasa memenuhi jalan-jalan di ibukota Tokyo guna memprotes Perdana Menteri Shinzo Abe, menyerunya agar meletakkan jabatan di tengah-tengah terungkapnya skandal kroniisme yang melibatkan istrinya. Pengunjuk rasa juga memprotes perubahan konstitusi Jepang pascaperang.
Ratusan demonstran berjalan kanki hari Ahad (25/3/2018) di Tokyo sambil membawa umbul-umbul yang antara lain bertuliskan “Abe, Masuk Penjara!” dan menolak revisi konstitusi. Tampak pula boneka yang menggambarkan Abe sebagai narapidana, berpakaian seragam dengan motif garis putih-hitam, lapor RT.
Unjuk rasa dilakukan setelah terungkapnya penjualan tanah milik negara ke sebuah pengelola sekolah dari kalangan nasionalis dengan harga diskon sangat besar. Penjualan tanah negara itu melibatkan istri PM Abe, Akie.
Abe sudah menyampaikan permintaan maaf atas situasi saat ini yang disebutnya “menggoyang kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.” Namun, pada saat yang sama PM Abe membantah bahwa dia dan istrinya ikut campur dalam urusan penjualan tanah tersebut, atau berusaha mengubah dokumen-dokumen yang berkaitan.
Para demonstran juga memprotes keputusan Abe untuk merevisi konstitusi damai negara itu, yang dirancang oleh Amerika Serikat usai Perang Dunia II. Abe ingin nama Pasukan Bela Diri Jepang disebutkan dalam konstitusi agar tidak lagi diperdebatkan legalitasnya, sementara bagian yang menyebut soal pelepasan hak untuk terlibat dalam peperangan dan larangan memperkuat militer dibiarkan tidak diubah. Demikian pula soal kepolisian negara itu. Namun, para pengkritik mengkhawatirkan bahwa perubahan konstitusi itu akan membukan jalan bagi militer Jepang memainkan peran lebih besar di luar negeri alias terlibat aktif dalam peperangan.*