Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

HRW Miliki Data Pembakaran Pemukiman Muslim Rohingya oleh Militer Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2017 10:31 10:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Agustus 2017 10:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Badan kemanusiaan PBB, Human Rights Watch (HRW) mengatakan, mereka memiliki data satelit yang menunjukkan telah terjadi pembakaran meluas di sekitar 10 permukiman di pinggiran negara bagian Rakhine yang berbatasan dengan Bangladesh.

Desa-desa yang terbakar tersebut termasuk desa-desa minoritas yang dihuni etnis muslim Rohingya, menyusul tindakan tentara rezim Myanmar ke atas muslim Rohingya, kutip AFP.

Warga dan aktivis menuduh milter Myanmar telah menembak secara acak terhadap pria, wanita dan anak-anak Muslim Rohingya dan melakukan pembakaran.

Pemantau Hak Asasi Manusia (HRW) dalam sebuah pernyataan hari Selasa mendesak pemerintah Myanmar mengizinkan pengamat independen memasuki kawasan itu untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran dan menilai tuduhan terjadi pelanggaran terhadap hak kemanusiaan.

“Pemerintah Burma harus memberikan akses pihak pemantau independen untuk menentukan sumber-sumber kebakaran dan menilai dugaan pelanggaran hak asasi manusia,” Human Rights Watch (HRW) dalam sebuah pernyataan pada Selasa (29/08/2017) dikutip Aljazeera.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Foto Satelit Tunjukkan Lebih 1000 Rumah Etnis

HRW mengatakan bahwa api tersebut menyebar hingga 100 kilometer, lebih lebar dari pada kebakaran rezim pada bulan Oktober tahun lalu, di mana data menunjukkan 1.500 bangunan hancur.

Lokasi kejadian terkait dengan kesaksian saksi dan laporan media bahwa kebakaran sengaja dilakukan, kata kelompok pemantau tersebut.

“Data satelit baru ini harus menimbulkan kekhawatiran dan tindakan segera dari lembaga donor dan badan-badan PBB untuk mendesak pemerintah Burma untuk mengungkapkan tingkat kehancuran yang sedang berlangsung di negara bagian Rakhine,” Phil Robertson, wakil direktur HRW Asia, dalam sebuah pernyataan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Senin juga mendesak Myanmar memberikan akses ke badan-badan kemanusiaan.

“Sekretaris jenderal sangat prihatin dengan laporan warga sipil yang tewas dalam operasi keamanan di negara bagian Rakhine, Myanmar,” kata kantor Guterres.

Sementara Kantor Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dalam sebuah pernyataan menyalahkan kelompok pejuang Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), yang melakukan serangan mematikan terhadap pos perbatasan pecah pada hari Jumat yang menewaskan satu tentara, 10 petugas polisi, seorang petugas imigrasi dan 77 orang.

Baca: Catatan Kekerasan Militer Myanmar terhadap Etnis Rohingya Hari ke-4

Sebagaimana diketahui, gerakan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) muncul sejak banyaknya kekerasan terhadap etnis Muslim Rohingya tanpa adanya perlindungan dari pihak manapun, terutama pemerintah Myanmar.

“Menempatkan semua kesalahan terhadap kelompok gerilyawan Rohingya, tidak membebaskan pemerintah Myanmar dari kewajiban internasional untuk menghentikan penyalahgunaan kekuasaan dan menyelidiki pelanggaran yang diduga dilakukan,” kecam HRW.

Lebih 3.000 pengungsi Rohingya tiba di Bangladesh dari Myanmar, di mana etnis muslim minoritas itu menghadapi penganiayaan sejak tiga hari lalu, kata Komisi Tinggi PBB Tentang Pengungsi (UNHCR).

Baca: Foto Satelit Tunjukkan Lebih 1000 Rumah Etnis Rohingya di Rakhine Dibakar

PBB meminta pihak berwenang memastikan bahwa pasukan keamanan menahan diri untuk tidak menggunakan kekuatan yang tidak proporsional terhadap etnis Rohingya.

Zeid Ra’ad al-Hussein, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, mengutuk serangan kelompok gerilyawan hari Jumat lalu, namun mengatakan kepemimpinan politik memiliki kewajiban untuk melindungi semua warga sipil “tanpa diskriminasi”.

Etnis Muslim Rohingya, sering disebut sebagai minoritas paling teraniaya di dunia. Keberadaannya di Myanmar ibarat bertepuk sebelah tangan. Mereka tidak diakui sebagai warga negara, tak diberi KTP, tidak punya hak sipil dan terjajah di tanah sendiri.

Sementara ratusan ribu orang yang melarikan diri  ke Bangladesh, Thailand, Malaysia dan Indonesia dan negera tetangga dianggap menjadi masalah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arakan Rohingya Salvation ArmyARSAbantuanBGBBiksuBuddhaekstrimis Buddhaetnis RohingyagerilyawanHRWHuman Rights WatchKekerasan di RakhineKofi AnnanMaungdawmyanmarPasukan Penjaga Berbatasan BangladeshpembakaranpemerkosaanRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pilu Pengungsi Rohingya: Diburu di Dalam Negeri, Ditolak Negara Tetangga
Tulisan selanjutnya Indonesia Diharapkan Minta ASEAN Keluarkan Myanmar dan Mengembargonya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?