Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Status WN-nya Dicabut Inggris, Duo Beatles ISIS Mengeluh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Maret 2018 19:48 7:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Maret 2018 19:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua warga Inggris yang dituding menjadi anggota ISIS alias Daesh mengeluhkan tidak akan mendapatkan persidangan yang adil, karena pemerintah Inggris sudah mencabut status kewarganegaraan mereka.

Alexanda Kotey dan El Shafee Elsheikh, asal London bagian barat, ditangkap di Suriah pada bulan Januari oleh pasukan Kurdi.

Mereka adalah dua anggota terakhir 4 sekawan ISIS yang dijuluki ‘the Beatles’ –karena logat Inggris mereka– yang ditangkap.

Dilansir BBC Sabtu (31/3/2018), dalam wawancara dengan Associated Press di Suriah bagian utara, Elsheikh mengatakan pencabutan “ilegal” status kewarganegaraannya oleh Inggris membuat mereka berisiko “disiksa dan mengalami rendisi.”

“Dibawa ke negeri asing yang tidak jelas dan diperlakukan macam-macam dan tak ada seorang pun yang mengetahui kondisimu,” kata Elsheikh meratapi kemungkinan buruk nasibnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Jika dua orang yang tidak memiliki kewarganegaraan ini berada di tangan anda … jika kami suatu hari menghlang, kemana ibuku akan pergi dan berkata di mana anak saya?” imbuhnya.

Dia mengatakan dirinya tak akan mendapatkan persidangan yang adil sementara di media dijuluki ‘the Beatle’.

Kotey kepada Associated Press mengatakan bahwa dirinya melihat “tidak ada keuntungan apapun” dari pembunuhan-pembunuhan itu.

“Itu adalah suatu hal yang disesali,” ujarnya.

Dia juga mengatakan banyak orang di ISIS yang menentang pembunuhan tersebut “dengan alasan kemungkinan mereka lebih menguntungkan sebagai tawanan politik.”

Dua orang lain anggota “sel algojo” ISIS yang dijuluki ‘the Beatles’ adalah Mohammed Emwazi atau lebih beken dipanggil “Jihadi John” dan Aine Davis. Emwazi, yang diduga sebagai pimpinan sel itu, kerap muncul dalam video pemenggalan tawanan ISIS. Dia tewas terbunuh dalam serangan drone Amerika Serikat tahun 2015.

Sedangkan Davis divonis bersalah menjadi anggota senior ISIS dan dijebloskan ke penjara di Turki tahun lalu.

Bulan Februari, Mendagri Inggris Amber Rudd mengatakan dua orang yang tersisa dari ‘the Beatles’ ISIS itu harus menjalani persidangan. Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Inggris sedang berunding perihal apa yang akan dilakukan terhadap kedua pria tersebut.

Baik Kotey maupun Elsheikh dinyatakan sebagai teroris oleh Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa keduanya menggunakan metode penyiksaan “luar biasa kejam.”

Menteri Pertahanan Inggris Tobias Ellwood mengatakan bahwa dia berkeyakinan keduanya harus diadili di mahkamah internasional.

Bethany Haines, putri dari David Haines –pekerja bantuan kemanusiaan asal Inggris yang dibunuh ISIS, mengatakan bahwa dia berharap mereka akan “mati secara perlahan-lahan dan menyakitkan.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 7 Orang Inggris Tewas Diduga Kuat karena Narkoba Black Mamba
Tulisan selanjutnya Media Literasi di Turki Rendah, Negara Balkan Rentan Fake News

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?