Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Selidiki Pendeta Pedofil Dimusuhi, Polisi Ini Dapat Kompensasi Setelah 46 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Mei 2018 05:58 5:58 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Mei 2018 05:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang mantan detektif Australia Denis Ryan pada tahun 1972 dipaksa keluar dari dinas kepolisian karena berusaha menyeret seorang pendeta pedofil ke meja hijau.

Sekarang, hampir 50 tahun setelah dia dipaksa atasannya untuk membatalkan kasus itu dan tidak diberi pensiun, Ryan akan menerima kompensasi.

DilansirBBC Senin (8/5/2018), baru-baru ini diumumkan bahwa pria berusia 86 tahun itu akan dianugerahi sejumlah uang, yang tidak disebutkan jumlahnya, dari pemerintah negara bagian Victoria.

“Ketika saya mendengar kabar itu, saya nyaris melompat kegirangan,” kata Ryan.

Sebagai seorang detektif di tahun 1970-an, Ryan berusaha menjerat Monsinyur John Day dengan pasal penyerangan seksual di daerah Mildura.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, upayanya dijegal petinggi-petinggi kepolisian di atasnya dan memerintahkan dia agar mengugurkan kasus itu. Ryan menyalahkan keputusan tersebut pada “persekutuan” para atasannya dengan gereja.

Pada tahun 2015, dia bersaksi di depan sebuah komisi parlemen yang menyelidiki kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak di Australia. Dalam pemeriksaan itu, seorang mantan kepala Kepolisian Victoria bernama Mick Miller membeberkan bukti-bukti yang menguntungkan Ryan.

Miller mengatakan bahwa telah terjadi perilaku tidak wajar di kalangan anggota-anggota senior di Kepolisian Victoria ketika itu, termasuk berupa mangkir dari tugas, konspirasi untuk menghalangi proses penegakan hukum, serta memaksa anggota polisi lain untuk ikut dalam konspirasi menentang Denis Ryan guna menutup-nutupi kejahatan seksual yang dilakukan oleh Monsinyur John Day, lapor BBC mengutip Fairfax Media.

Pemeriksaan kemudian mendapati bahwa Ryan diperintahkan dipindah dari Mildura ke kantor kepolisian lain karena penyelidikannya terhadap rohaniwan Katolik itu.

Namun ketika itu, Ryan tidak bisa dipindah karena alasan keluarga, sehingga dia terpaksa mengundurkan diri dan mengakibatkan dia tidak mendapatkan pensiun.

Ryan menjelaskan bahwa akibat hal tersebut dia mengalami trauma dan pernikahannya pun bubar.

“Saya merasa tercabik-cabik, sebab saya selalu ingin menjadi seorang polisi,” katanya kepada BBC. “Namun saya justru dibenturkan ke dinding di bagian kepala,” imbuhnya, menggambarkan situasi yang dialaminya.

Pendeta pedofil John Day tidak dikenai tuntutan oleh kepolisian Australia sampai kematiannya di tahun 1978.

Kepolisian Victoria pada tahun 2016 menyampaikan permintaan maaf kepada Ryan. Bulan depan, pemerintah negara bagian akan memberikan menyerahkan kompensasi, yang tidak diungkapkan jumlahnya.

Bulan lalu, kepala pemerintahan setempat Daniel Andrews menyebut Ryan sebagai seorang “pahlawan Victoria sejati”

“Saya bahagia, sangat lega, dan saya pikir menunggu 45 tahun sudah cukup,” kata Ryan kemarin.

“Namun, saya akan menyerahkan seluruhnya kembali jika orang-orang yang sekarang sudah dewasa, yaitu anak-anak yang dicabuli oleh para pendeta, itu tidak tidak mengalami apa yang mereka sudah alami,” imbuhnya.

“Kasus itu menghantui saya seumur hidup. Kasus itu menjadi beban bagi saya dan saya tidak akan pernah bisa melupakannya,” kata Ryan, seraya menambahkan bahwa dia hingga saat ini terkadang masih mengalami mimpi buruk akibat hal tersebut.

Bulan januari lalu, Ryan dinobatkan sebagai Member of the Order of Australia, menyusul nominasi oleh kelompok-kelompok pendukung korban kekerasan terhadap anak.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Unit Pertahanan Udara Saudi Mencegat 2 Rudal Balistik Houthi di Najran
Tulisan selanjutnya Jumlah Anak hanya 15 Juta, Jepang Dorong Anak Muda Mempunyai Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?