Hidayatullah.com–Pemerintah sekular Tajikistan dikabarkan gencar menyebarkan Islamphobia. Tindakan terbaru Dushanbe memerangi Islam adalah melarang anak usia di bawah 18 tahun memasuki masjid.
Pemerintah Tajikistan menjustifikasi kebijakannya ini dengan dalih mencegah merebaknya kelompok radikal. Petinggi Dushanbe mengklaim bahwa remaja di bawah 18 tahun saat memasuki masjid diselewengkan oleh kelompok radikal dan ketika keluar dari masjid benar-benar berubah menjadi “teroris”.
Situs Dar al-Hayah menulis, Tajisiktan yang penduduknya sekitar 96 persen beragama Islam berada di bawah pemerintahan sekular. Tak heran jika para pejabat Tajikistan khawatir perkembangan pesat Islam di negaranya, khususnya pasca revolusi rakyat Arab yang terjadi secara beruntun dan merebaknya kebangkitan Islam ke berbagai negara lain.
Mengingat hal ini, penguasa Tajikistan melihat posisinya dalam bahaya dan berusaha menjelekkan citra masjid di mata publik dan mereka yang kerap mendatangi tempat suci ini untuk beribadah.
Disebutkan pula bahwa penguasa sekular Tajikistan giat mempropagandakan bahwa masjid adalah pangkalan utama teroris. Tak hanya itu, mereka juga mencap umat Islam yang rajin beribadah di masjid dan menimba ilmu di sana sebagai “teroris”. *
Foto: Sebuah masjid megah di ibukota Tajikistan, Dushanbe