Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Taliban Gelar Pertemuan Rahasia dengan Pemerintah Afghanistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Mei 2018 18:59 6:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Mei 2018 18:59
Bagikan
IS Khorasan
Bagikan

Hidayatullah.com—Taliban melakukan pertemuan-pertemuan rahasia dengan para pejabat pemerintah Afghanistan guna mendiskusikan gencatan senjata, menurut militer Amerika Serikat.

Dilansir BBC Kamis (31/5/2018), komandan pasukan AS di Afghanistan Jenderal John Nicholson mengatakan bahwa pertemuan itu juga melibatkan pejabat-pejabat pemerintah asing dan organisasi-organisasi internasional.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada bulan Februari mengusulkan agar dilakukan negosiasi. Namun, kala itu tawaran tersebut tidak ditanggapi Taliban. Sejak itu, kekerasan terus berlangsung dan memakan korban jiwa di kedua pihak.

Hari Rabu kemarin, militan melancarkan serangan bom atas kantor Kementerian Dalam Negeri di ibukota Kabul. Kelompok pemberontak juga mengklaim serangan atas sebuah kantor polisi di ibukota Provinsi Logar.

Sementara Amerika Serikat mengkonfirmasi serangannya atas kelompok pemberontak di Provinsi Helmand menewaskan 50 orang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Membandingkan kondisi Afghanistan dengan 50 tahun perang sipil di Kolumbia yang berakhir dengan perjanjian damai, Jenderal Nicholson mengatakan bahwa kekerasan dan kemajuan bisa muncul berdampingan.

Nicholson tidak membeberkan siapa saja tokoh yang ikut dalam perundingan rahasia itu, tetapi mengatakan bahwa pertemuan diikuti oleh tokoh senior dan menengah Taliban.

Saat menawarkan negosiasi bulan Februari silam, Presiden Ghani mengatakan bahwa Taliban bisa diakui sebagai partai politik jika mereka menerima gencatan senjata dan mengakui konstitusi negara Afghanistan.

Menurut hasil riset BBC yang dirilis bulan Januari, Taliban menguasai teritori lebih banyak sejak pasukan tempur Amerika Serikat dan sekutunya ditarik dari Afghanistan pada akhir 2014. Diperkirakan sekitar 15 juta orang (setengah dari populasi Aghanistan) tinggal di daerah yang dikuasai Taliban atau daerah di mana pasukan Taliban sering terlihat atau daerah yang sering mengalami serangan Taliban.

Menyusul merebaknya kelompok ISIS alias Daesh, pemerintah Afghanistan sekarang tidak hanya menghadapi perlawanan dari Taliban, tetapi juga dari ISIS.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR: Mesti Diluruskan Pernyataan BNPT sebut Solidaritas Palestina Picu ‘Teroris’
Tulisan selanjutnya FAKTA: Iklan Rokok Pembodohan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?