Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Diplomat Iran Ditangkap Terkait Rencana Serangan Atas Kelompok Oposisi MEK di Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Juli 2018 09:04 9:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Juli 2018 09:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang diplomat Iran termasuk dalam sekelompok orang yang ditangkap oleh terkait dugaan rencana serangan bom akhir pekan dalam rapat umum oposan-oposan Iran yang mengasingkan diri di Prancis.

Dilansir Reuters Selasa (3/7/2018), sebuah pernyataan bersama oleh kejaksaan dan dinas intelijen Belgia mengatakan bahwa Amir S dan Nasimeh N, keduanya berkewarganegaraan Belgia, menjadi tersangka karena berusaha melakukan serangan bom di Villepinte, pinggiran kota Paris, hari Sabtu (30/6/2018) saat konferensi kelompok oposisi Mujahidin Rakyat Iran digelar. Konferensi itu juga dihadiri oleh pengacara pribadi Donald Trump, Rudy Giuliani.

Kedua tersangka, sama-sama berasal dari Iran, dicegat oleh polisi Belgia. Di dalam mobil Mercedes yang mereka kendarai ditemukan 500 gram TATP, bahan peledak buatan rumahan yang dibuat dari bahan-bahan kimia yang mudah didapat, beserta detonatornya.

Amir S, pria berusia 38 tahun, dan Nasimeh N, wanita berusia 33 tahun, dikenai tuduhan “melakukan upaya pembunuhan oleh teroris” dan “mempersiapkan serangan teroris”, kata pernyataan pihak berwenang Belgia tersebut.

Seorang diplomat Iran yang ditugaskan di Kedubes Iran di Wina, ibukota Austria, digambarkan sebagai “contact person” kedua tersangka itu, ditangkap di Jerman , imbuh pernyataan otoritas Belgia itu, tanpa menyebutkan identitas diplomat dimaksud.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tiga orang Iran lainnya juga ditangkap di Prancis guna diperiksa keterkaitan mereka dengan para tersangka di Brussels, kata sebuah sumber kehakiman Prancis kepada Reuters. Dua dari mereka dibebaskan kerena kurang bukti, sementara orang ketiga ditahan untuk ditanyai lebih lanjut.

Dalam pernyataan di Twitter, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan bahwa kabar tersebut, yang muncul dua hari sebelum kunjungan Presiden Iran Hassan Rouhani melawat ke Austria, “taktik kambing hitam yang jahat.”

Sementara itu Perdana Menteri Belgia Charles Michel menyampaikan terima kasih kepada dinas intelijen dan keamanan atas kerja mereka.

“Sekali lagi kerja sama yang baik di kalangan negara-negara mitra Eropa berbuah baik,” kata Michel.

Organisasi Mujahidin Rakyat Iran atau Mujahedin-e-Khalq Iran (MEK) merupakan komponn utama dari kelompok oposan Iran di pengasingan yang tergabung dalam Dewan Nasional Perlawanan Iran, yang menentang rezim Teheran yang dikendalikan para mullah alias pemimpin spiritual Syiah.

MEK pernah dimasukkan dalam daftar teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, tetapi sekarang tidak lagi. Sementara pemerintah Teheran menganggap MEK sebagai salah satu musuh besar mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketum MUI: Muhammadiyah itu Muhammadiyah, Wahabi itu Wahabi
Tulisan selanjutnya KJRI Jeddah Sewa Pengacara untuk Ungkap Pembunuh WNI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?