Hidayatullah.com–Presiden terpilih Meksiko akan membawa pulang gaji lebih kecil daripada pendahulunya guna memangkas anggaran negara yang membengkak. Dia juga berjanji akan memberantas korupsi yang sudah merajalela.
Dilansir DW, Andres Manuel Lopez Obrador berjanji akan merampingkan anggaran Meksiko yang membengkak dengan melakukan pemotongan gaji besar-besaran ketika mengambil alih kursi kepresidenan Desember mendatang.
“Kami ingn anggaran yang menjangkau seluruh rakyat,” ujarnya kepada awak media Ahad (15/7/2018).
Dia mengatakan akan membawa pulang gaji 108.000 peso perbulan (1 peso sekitar 764,8 rupiah) atau hanya 40 persen dari gaji yang diterima presiden saat ini Enrique Pena Nieto sebesar 270.000 peso.
Lopez Obrador, politisi kiri yang dikenal juga dengan sebutan AMLO, mengatakan bahwa sebenarnya dia ingin memangkas lebih banyak gajinya, tetapi khawatir para menteri di kabinet mendatang yang meninggalkan pekerjaan bergaji tinggi demi mengabdi kepada negara sebagai menteri akan keberatan.
Meskipun demikian, dia berjanji dalam pemerintahannya tidak akan ada pejabat publik yang membawa pulang gaji lebih banyak daripada presiden. Berbagai fasilitas semacam sopir, pengawal dan asuransi kesehatan swasta untuk pejabat tinggi juga akan dikurangi.
AMLO mengaku ingin memberantas korupsi dengan cara mengharuskan pejabat publik membeberkan harta kekayaannya dan menjadikan korupsi sebagai tindak pidana berat.
Dalam Indeks Korupsi 2017 yang dirilis Transparency International, Meksiko berada di nomor 135 dari 180 negara yang tercakup dalam daftar itu.
AMLO bersama Partai Morena mendulang 53 persen suara dalam pemilu 1 Juli lalu. Dia merupakan presiden pertama Meksiko dari sayap kiri dalam kurun beberapa dekade terakhir. Kampanyenya semasa pemilu menekankan pada pemberantasan kemiskinan, korupsi dan kekerasan.*