Hidayatullah.com–Kepala polisi militer Portugal Kolonel Luis Vieira, hari Selasa (25/9/2018) ditangkap oleh pihak berwenang sebagai bagian dari penyelidikan kasus hilangnya persenjataan dari pangkalan militer Tancos. Demikian menurut rilis pers kantor kejaksaan.
Penangkapan dilakukan setelah barang-barang yang dilaporkan hilang muncul kembali pada Oktober 2017, kata pernyataan itu. Terdapat satu investigasi lain yang fokus menyelidiki hilangnya persenjataan dalam jumlah besar –termasuk granat, bom plastik dan ratusan paket amunisi– yang mencuat ke publik pada akhir Juni tahun lalu.
Secara keseluruhan sudah tujuh tersangka yang ditahan, yaitu tiga anggota polisi militer dan tiga anggota Garda Nasional Republik, serta seorang warga sipil yang terlibat pencurian.
Baca: Di Portugal Mulai Usia 16 Orang Akan Dibebaskan Ganti Gender
Mereka ditangkap dengan tuduhan berkaitan dengan tindakan kriminal, menghalangi proses hukum, melakukan kebohongan, pemalsuan dokumen, mempengaruhi orang lain untuk melakukan kejahatan, menyalahgunakan wewenang, serta memiliki persenjataan terlarang.
Media lokal menyebut Menteri Pertahanan Jose Azeredo Lopes diberitahu perihal penangkapan-penangkapan itu oleh Jaksa Agung Joana Marques Vidal.
Kejaksaan berkeyakinan ketujuh tersangka menutup-nutupi siapa sebenarnya otak atau dalang dari pencurian senjata tersebut.
Dilansir Euronews, koran lokal Publico melaporkan bahwa senjata-senjata yang dicuri ditemukan di Loule, selatan Portugal, 295km jauhnya dari Chamusca di mana pangkalan militer Tancos berada.
Kejaksaan mengatakan bahwa operasi pencarian juga dilakukan di berbagai lokasi di Lisbon, Algarve, Porto dan Santarém.*