Hidayatullah.com–Sekitar 2.000 demonstran berkumpul di lapangan Alexanderplatz, Berlin, hari Ahad (24/10/2020) guna memprotes beragam pembatasan yang diterapkan dalam rangka meredam penyebaran coronavirus.
Dilansir DW, Kepolisian Berlin mengatakan pihaknya mengerahkan 600 petugas untuk membubarkan kerumunan.
Lewat Twitter mereka menjelaskan bahwa kerumunan diminta bubar karena sebagian besar tidak menjaga jarak dan tidak mematuhi aturan menutup hidung dan mulut atau aturan memakai masker.
Sebagian peserta unjuk rasa membawa balon-balon berwarna merah muda dan berteriak-teriak mengatakan bahwa kebebasan mereka telah dirampas.
Kantor berita Jerman DPA melaporkan orang-orang berusia lanjut dan anak-anak tampak di antara ribuan orang tersebut.
Pengunjuk rasa memulai aksinya dengan berjalan kaki menyusuri Karl-Marx-Allee menuju Kosmos convention center yang berjarak sekitar 2,7 kilometer.
Kosmos awalnya dijadwalkan sebagai tempat penyelenggaraan World Health Summit pada hari Ahad, tetapi acara kemudian diubah digelar secara daring karena kasus infeksi Covid-19 di ibukota Jerman terus meningkat.
Polisi bergerak membubarkan kerumunan karena orang-orang berulang kali melanggar aturan jaga jarak dan memakai masker.
Sebagian demonstran kemudian memisahkan diri dan berkumpul di Kosmos, yang ditutup dengan pagar.
Di area sekitar Kosmos juga tampak kelompok demonstran tandingan, yang kebanyakan mengenakan pakaian hitam dan berteriak-teriak “Nazi keluar!”
Berlin sejak Agustus diguncang beberapa kali unjuk rasa besar, pernah mencapai kerumunan sebanyak 30.000.
Ahad pagi polisi mengatakan botol-botol dan bahan pembakar lain dilemparkan ke sebuah gedung kantor Robert Koch Institute, lembaga penanggulangan penyakit menular Jerman.
Hari Ahad malam sebenarnya ada rencana demonstrasi lain yang diperkirakan mengundang 10.000 di dekat Kebun Bintang Berlin. Namun, polisi mengatakan acara itu dibatalkan.
Sejauh ini Jerman sudah melaporkan 429.181 kasus infeksi Covid-19 dengan 10.032 kematian sejak awal pandemi.*