Hidayatullah.com-Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu telah melakukan kunjungan rahasia ke Mesir pada Mei untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Abdul Fattah al-Sisi terkait genjatan senjata di Jalur Gaza, televise Israel melaporkan pada Senin.
Belum ada konfirmasi dari sumber resmi terkait kunjungan tersebut, namun stasiun televisi swasta Channel 10 mengatakan kedua pemimpin bertemu pada 22 Mei.
Kunjungan itu terjadi sehari sebelum demonstrasi besar-besaran pada 14 Mei di Gaza yang diblokade terhadap pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem (Baitul Maqdis).
Pasukan ‘Israel’ melancarkan respon keji terhadap demonstrasi-demonstrasi damai tersebut, membunuh setidaknya 65 warga Palestina di Gaza.
Baca: Pejabat Militer Kunjungi Israel, Zionis Ingin Mesir Gencet Hamas
Mediasi Mesir
Mesir sebelumnya telah memediasi pertemuan antara pemerintah Zionis Netanyahu dan gerakan Hamas, yang menjadi pemimpin di Gaza sejak 2007.
Berdasarkan sumber-sumber Amerika yang dikutip oleh Channel 10, Netanyahu dan Sisi mendiskusikan kemungkinan genjatan senjata jangka panjang di Gaza, dimana ‘Israel’ telah melancarkan tiga perang melawan Hamas sejak 2008.
Kemenangan Hamas dalam pemilihan legislatif 2006 berujung pada konflik bersenjata dengan Fatah, partai yang memimpin di Otoritas Palestina (PA), dikarenakan partai tersebut kehilangan kekuasaannya atas Jalur Gaza.
Sejak 2007, Gaza telah digiring ke dalam blokade yang menghancurkan oleh Israel dan dipertahankan Mesir.
Menurut Channel 10, Netanyahu dan Sisi juga membahas kemungkinan pengembalian Otoritas Palestina ke Gaza, pelonggaran blokade oleh penjajah ‘Israel’, serta rekonstruksi infrastruktur di Gaza.
Kepresidenan Mesir belum dapat menanggapi permintaan AFP untuk mengomentari laporan Channel 10 tersebut.
Genjatan senjata yang Rapuh
Gaza telah menyaksikan demonstrasi massal sebagai bagian dari Kembali ke Palestina Terjajah sejak 30 Maret, rakyat Palestina meminta hak kembali ke rumah-rumah keluarga mereka ketika keluarga mereka terusir pada tahun 1948 selama pendirian negara Zionis ‘Israel’, serta dicabutnya blokade Gaza.
Setidaknya 169 warga Palestina telah terbunuh oleh tembakan peluru tajam ‘Israel’ sejak awal demonstrasi, kebanyakan dari mereka terbunuh dalam demonstrasi.
Sementara satu tentara Zionis ‘Israel’ berhasil ditembak mati oleh penembak jitu Palestina pada Juli.
Telah terjadi pula tiga kali serangan besar ‘Israel’ ke Gaza sejak Juli.
Menteri Pertahanan ‘Israel’ Avigdor Lieberman mengatakan pada Senin bahwa pertempuran antara ‘Israel’ dan pejuang Hamas di Gaza tidak dapat dihindari, meskipun upaya-upaya untuk mencapai genjatan senjata jangka panjang.
Pada Kamis, serangan rudal ‘Israel’ membunuh tiga warga Palestina di Gaza, yang dibalas oleh pejuang Hamas dengan melancarkan serangkaian rudal dan mortar ke wilayah selatan ‘Israel’.
Genjatan senjata mulai berlaku pada Kamis malam, dimediasi oleh Mesir dan PBB, menurut sumber yang dekat dengan negosiasi.*/Nashirul Haq AR