Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Lima Alasan Gaza Masih Dikepung

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juli 2016 10:34 10:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juli 2016 10:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menyatakan pada Senin (27/06/2016) lalu bahwa blokade ‘Israel’ atas Jalur Gaza “sebagian besar telah dicabut” sebagai bagian dari rekonsiliasi baru antara ‘Israel’ dan Turki.

Normalisasi hubungan Turki-‘Israel’ terjadi enam tahun setelah pasukan ‘Israel’ menewaskan 10 warga negara Turki di atas kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Termasuk rencana sesudah rekonsiliasi ini adalah mulai dibangunnya sebuah rumah sakit berkapasitas 200 ranjang, proyek perumahan dan instalasi desalinasi di Gaza. Kendati dengan syarat bahan-bahan tersebut harus berjalan melalui pelabuhan ‘Israel’ Ashdod lebih dulu.

Sayangnya, tak ada satu pun dari lima hal di bawah ini yang merupakan indikasi “pencabutan blokade” masuk dalam klausul rekonsiliasi. Berbagai larangan yang diberlakukan ‘Israel’ di Jalur Gaza dan 1,8 juta penduduknya masih tetap ada. Jadi, inilah lima hal yang mengindikasikan blokade masih belum berubah:

  1. Penjajah masih melarang barang-barang masuk Gaza. Rata-rata tiap minggu sekitar 2.145 truk penuh muatan masuk ke Jalur Gaza pada 2016 (hampir setengahnya bahan-bahan bangunan), dan ini merupakan 76 persen dari keseluruhan statistik sebelum blokade. ‘Israel’ memberlakukan daftar panjang pelarangan benda-benda yang ‘ganda penggunaannya’, termasuk benda-benda sebenarnya dapat diklasifikasikan bersifat sangat sipil dan “kritis bagi keselamatan nyawa penduduk sipil.” (Catatan Redaksi: Alasan pelarangan terhadap benda-benda itu karena dianggap dapat diubah menjadi senjata.) Rekonstruksi setelah serangan ‘Israel’ pada tahun 2014 juga berjalan sangat lambat. Hanya pada Oktober tahun lalu rumah pertama dibangun kembali dan sekitar 90.000 warga Palestina masih mengungsi.
  1. Penjajah masih melarang barang-barang keluar dari Gaza untuk dijual ke luar negeri atau pasar-pasar utama kawasan, yakni Tepi Barat dan ‘Israel.’ Pada 14-20 Juni, misalnya, hanya 26 truk penuh muatan yang ke luar Gaza, tidak lebih dari sepersepuluh sebelum blokade. Tahun lalu, pejabat senior Bank Dunia mengatakan bahwa blokade ‘Israel’ dan perang 2014 menunjukkan bahwa “ekspor Gaza hampir lenyap” (ia tidak melebih-lebihkan – ekspor jatuh 97 persen antara tahun 2007 dan 2012).
  1. Penjajah masih melarang pergerakan orang – termasuk ke dan dari Tepi Barat. Bahkan setelah ‘konsesi’ yang dibuat ‘Israel’ setelah operasi ‘Protective Edge’, angka orang yang melakukan perjalanan di pelintasan Gaza yang dikuasai ‘Israel’, Erez, masih hanya tiga persen pada September 2000. Selain itu, ‘Israel’ terus melarang keluarga-keluarga Palestina saling mengunjungi satu sama lain. Menuntut ilmu di universitas-universitas di Tepi Barat juga terlarang bagi para mahasiswa Palestina di Gaza. Bahkan larangan juga diberlakukan terhadap orang-orang yang sudah memegang izin dari ‘Israel’ untuk “kasus-kasus medis dan kemanusiaan lainnya, para pedagang, serta para pekerja kemanusiaan.”
  1. Pasukan penjajah Zionis menyerang para nelayan dan petani. Pasukan penjajah Zionis masih terus menyerang warga sipil Palestina di Jalur Gaza, terutama para nelayan di laut, dan para petani yang bekerja di ladang mereka yang terletak di dekat pagar perbatasan. Senin lalu, pasukan penjajah menembaki nelayan-nelayan Palestina dan (dua kali) menembak petani. Menurut tokoh PBB, antara 7-20 Juni pasukan Zionis menembaki warga Palestina di wilayah-wilayah yang disebut Access Restricted Areas di darat dan laut pada 32 peristiwa terpisah.
  1. Mesir masih terus menutup Rafah. Ketika ‘Israel’ mengontrol hampir seluruh pelintasan Jalur Gaza, otoritas Mesir memainkan peran penting dalam ‘mencekik’ Gaza. Pekan ini, Mesir membuka pelintasan Rafah di kedua arah selama lima hari, tapi ini pengecualian. Karena PBB mencatat bahwa pelintasan ditutup sejak 24 Oktober 2015, “kecuali untuk 42 hari”.*
Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BlokadegazaisraelTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya George Soros: Brexit Bisa Positif Bagi Eropa
Tulisan selanjutnya Ormas Islam Tolak Konser Cita Citata ke Nagan Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya

Berita
12 Juli 2026 10:14
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?