Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasukan Prancis Membunuh Komandan Al-Qaeda Afrika Utara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Juni 2020 13:00 1:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juni 2020 13:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pasukan Prancis telah membunuh Abdelmalek Droukdel, pimpinan afiliasi Al-Qaeda Afrika Utara. Demikian diumumkan Menteri Pertahanan Prancis Jumat malam (5/6/2020). Kematian Droukdel dipandang sebagai sebuah kemenangan bagi Prancis setelah bertahun-tahun memerangi kelompok Muslim bersenjata di kawasan Sahel.

Tak ada konfirmasi tentang kematiannya dari pihak AQIM (Al-Qaeda di kawasan Maghrib/Afrika Utara).

Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly lewat Twitter mengatakan bahwa Droukdel dan beberapa afiliasinya terbunuh hari Rabu (3/6/2020) di bagian utara Mali oleh pasukan Prancis dan pasukan-pasukan mitranya, lapor Associated Press.

Laporan kematian Droukdel muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron dan para pemimpin kelompok G5 Sahel (Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger dan Chad) meluncurkan rencana baru pada bulan Januari untuk memerangi milisi Muslim di daerah tersebut. Prancis mengerahkan tambahan 600 personel militer dalam misi Barkhane sehingga total pasukan yang dikerahkan menjadi 5.100.

Dalam sebuah video yang dirilis pada bulan Maret oleh kelompok monitoring teroris SITE, Droukdel mendesak pemerintah-pemerintah di kawasan Sahel agar berusaha mengakhiri kehadiran pasukan Prancis, yang disebutnya sebagai “pasukan penjajahan”. Sebagaimana diketahui negara-negara di kawasan Sahel dahulu banyak yang merupakan daerah penjajahan Prancis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tidak jelas sudah berapa lama Droukdel berada di Mali, tetangga Aljazair di sebelah selatan. Selama bertahun-tahun dia dikira terjebak di Kabyle, daerah di bagian timur ibu kota negara asalnya Aljazair. Banyak pihak bertanya-tanya mengapa dia tidak kunjung ditangkap oleh militer Aljazair yang konon memiliki keterampilan tinggi dalam menangani terorisme.

Droukdel, alias Abu Musab Abdul Wadud, dipandang sebagai pemimpin simbolis Al-Qaeda di kawasan Afrika Utara. Droukdel mengukir reputasinya sebagai pemimpin ekstrimis yang ditakuti di Aljazair, mulai awal tahun 1990-an.

Kelompoknya mengklaim sebagai pelaku sejumlah pengeboman di Aljazair, termasuk serangan bom mobil yang menarget sebuah gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa di kota Aljir pada tahun 2007.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdelmalek DroukdelAfrika Utaraal-QaedaAQIMPrancisSahel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekarang WHO Sarankan Semua Orang Pakai Masker di Tempat Umum
Tulisan selanjutnya Silaturrahim Syawal Anak Punk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?