Hidayatullah.com–Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan, Pakistan telah secara resmi mengajukan permohonan bantuan dari kreditor untuk membantu mengatasi persoalan-persoalan ekonomi negara itu.
Menteri Keuangan Pakistan, menyampaikan permohonan itu ke Direktur Pelaksana IMF pada sebuah pertemuan di sela-sela konferensi tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali, Indonesia.
“Sebuah tim IMF akan mengunjungi Islamabad pada pekan-pekan mendatang untuk melangsungkan diskusi mengenai kemungkinan program ekonomi dukungan IMF di negara itu,” kata sebuah pernyataan IMF, Kamis (11/10/2018), yang mengutip Lagarde. “Kami mengharapkan kemitraan kami terus berlanjut.”
Asad Umar mengatakan kepada Financial Times,Senin (8/10/2018) bahwa perdana menteri Pakistan memutuskan untuk memulai pembicaraan dengan IMF sebab Bank sentral hanya memiliki cadangan devisa US$8,4 miliar pada akhir September 2018. Angka ini turun dari US$13.9 miliar pada tahun lalu. Cadev ini kurang menutupi pembayaran impor di akhir tahun.
Pakistan sedang menghadapi masalah yang pelik. Ekonomi negara ini tumbuh dua digit, namun disaat bersamaan impor tumbuh lebih tinggi ketimbang ekspor, hal ini membuat Pakistan menghadapi masalah pembayaran utang dan menguras cadangan devisa.
“Kami mewarisi situasi yang sulit di mana defisit fiskal melonjak sekitar 2,5 persen melampaui target pada tahun keuangan terakhir, dan defisit transaksi berjalan bulanan lebih dari US$ 2 miliar. Ini tidak mendukung, “kata Umar.
Pernyataan itu tidak menyebutkan berapa banyak dana yang diminta Pakistan.
Baca: Aksi Global untuk Peluncuran Konferensi Rakyat Menentang IMF-WB di Bali
Sementara itu, PM Pakistan Imran Khan, mengatakan hari Rabu (10/10/2018), pemerintahnya, dalam jangka pendek, memerlukan dana 12 miliar dolar untuk membantu negara itu mengatasi krisis neraca pembayaran.
Menurut Imran Khan program bailout kedua dikarenakan upaya kuat dari Pakistan untuk melakukan penghematan.
Mendengar pernyataan itu, Maurice Obstfeld, Kepala Ekonom IMF mengakui, jika sejauh ini IMF memang memasuki pembicaraan dengan Pakistan mengenai kemungkinan program pembiayaan baru pada minggu ini. Tujuannya adalah reformasi yang akan membantu Pakistan mencapai “potensi besar” tanpa harus memberikan rincian spesifik.*