Hidayatullah.com–Tingkat bunuh diri diantara anak muda di Libanon sedang meningkat di tingkat yang mengkhawatirkan menurut para ahli kesehatan. Satu upaya bunuh diri dilaporkan setiap enam jam, menunjukkan tingkat depresi mental di negara itu.
Minggu lalu lebih empat kasus bunuh diri dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Libanon, Asharq Al-Awsat melaporkan. Data resmi pemerintah menunjukkan bahwa jumlah bunuh diri mencapai 100 pada Mei.
Di tingkat saat ini, jumlah tersebut akan melebihi jumlah dari tahun sebelumnya, yaitu 143 pada tahun lalu, 128 pada tahun 2016 dan 138 pada tahun 2015.
Sebuah hotline telepon untuk mereka yang menderita depresi telah dipasang oleh Mia Atwi, seorang psikolog dan salah satu pendiri Embrace Association for Mental Health Awareness.
Dia mengatakan pada Asharq Al-Awsat bahwa dari September hingga Februari asosiasinya telah menerima 200 panggilan dari orang-orang yang melaporkan kemungkinan kasus upaya bunuh diri, sementara antara Februari dan Mei terdapat 400 panggilan.
Di sisi lain, Dr. Elie Karam, direktur Idraac Association (Pusat Penelitian dan Pengembangan Terapi Terapan) menekankan perlunya menunggu hingga akhir tahun untuk melihat apakah tingkat bunuh diri dapat menjadi masalah nasional.
“Jika keadaan terus seperti ini, itu berarti di akhir tahun 2018 jumlah bunuh diri mungkin mencapai 250, dan kita bisa berbicara tentang peningkatan dalam fenomena ini,” dia mengatakan pada surat kabar itu.
Libanon sedang bergelut dalam mengelola krisis pengungsi, baik dari Palestina yang terusir oleh Zionis ‘Israel’ dan dari Suriah yang menyelamatkan diri dari serangan rezim Suriah, Rusia dan Iran.
Saat ini 1,1 juta warga negara Suriah menjadi 25 persen populasi negara tersebut.*/Nashirul Haq AR