Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ulama Sunni Libanon Dijatuhi Hukuman Mati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2017 14:41 2:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2017 14:25
Bagikan
Ulama Sunni Libanon, Syeikh Ahmad al-Assir, selama ini dikenal sikapnya yang keras terhadap Syiah Hizbullah dan Bashar al Assad
Bagikan

Hidayatullah.com–Ulama Sunni, Syeikh Ahmad al-Assir dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan militer Libanon dengan tuduhan berperan dalam bentrokan berdarah antara pendukungnya dan pihak militer di selatan Kota Sidon tahun 2013, lapor Middle East Eye, Kamis 28 September 2017.

Setidaknya 18 tentara dan 13 pria bersenjata terbunuh dalam pertempuran yang pecah ketika pendukung al Assir melepaskan tembakan ke arah pos militer pada Juni 2013 di tengah-tengah ketegangan sektarian di Libanon yang meningkat karena perang sipil di negara tetangga, Suriah.

Assir merupakan lawan kuat Hizbullah, milisi bersenjata Libanon yang beraliran Syiah, didukung Iran dan telah menjadi sekutu militer setia Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Al Assir ditangkap di bandara di Beirut pada 2015 ketika berusaha meninggalkan Libanon.

Dia menjadi banyak dikenal ketika dia mulai menyerukan protes sebagai dukungan pada perlawanan Suriah dan bergabung dengan Fadel Shaker, seorang musisi terkenal yang meninggalkan dunia musik dan menjadi pendukung vokal Assir.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Dua Ulama Sunni Libanon Serukan Jihad di Suriah

Syeikh Al Assir dikenal dalam ceramah-ceramah yang selalu menentang milisi Syiah Hizbullah dan Bashar al Assad.  Ia juga mengkritisi Partai Sa’ad Hariri, pemimpin Sunni Libanon paling populer, dalam beberapa kesempatan.

Pada Kamis, Shaker yang absen dalam persidangan dijatuhi hukuman kerja paksa selama 15 tahun. Sebelumnya, dituduh bersembunyi di kamp pengungsi Palestina di Ain al-Hilweh dekat Sindon.

Assir menolak mengakui kewenangan pengadilan ketika itu dimulai dua tahun yang lalu, dia mengatakan: “Pengadilan ini berada di bawah kekuasaan Iran, dan apapun yang diputuskannya tidak sah.”

Bentrokan pertama pendukung Assir dengan pendukung milisi Syiah Hizbullah terjadi di Kota Sidon yang mayoritas Sunni. Dia telah mengeluh bahwa apartemen-apartemen milik Hizbullah di kota itu dia katakan telah berubah menjadi markas militer grup itu.

Dalam sebuah wawancara dengan Aljazeera dari dalam penjara pada awal tahun ini, Syeikh Assri mengklaim bahwa milisi Syiah Hizbullah telah menggunakan pengaruhnya dalam negara itu untuk mengadu militer agar melawannya.

Dia menceritakan, telah menerima sebuah panggilan telepon dua jam sebelum bentrokan terakhir dari Marwan Charbel, orang yang kemudian menjadi menteri dalam negeri, yang memberitahunya bahwa sebuah keputusan untuk “menghabisinya” telah diambil.

Dua terdakwa dan lima lain yang dianggap terlibat dalam kasus itu masih belum ditangkap, termasuk saudara laki-laki Assir, dan mereka juga dijatuhi hukuman mati, meskipun Libanon belum pernah menjatuhi hukuman mati sejak 2004.

Baca:  Hizbullah Terbukti Beri Bantuan pada Milisi Syiah al Houtha

Tiga puluh terdakwa lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup. Para pengacara Assir dapat naik banding terkait hukuman itu dalam 15 hari.

Perang di Suriah merembet ke Libanon sejak militan Syiah asal Libanon secara terbuka menyatakan dukungannya kepada rezim tangan besi, Bashar Al-Assad, berujung konflik sektarian meletus di Libanon.

Pernyataan-pernyataan keras Syeikh Assir melawan Presiden Suriah Bashar Assad, Iran dan Hizbullah Libanon  menjadikan  ia dalam sorotan dan sering menjadi berita utama di negeri itu. Media Iran sering memberinya cap ‘takfiri’, istilah yang juga banyak dipakai kalangan Syiah menyerang lawannya.

Para pendukung Assir berkumpul di luar pengadilan sambil membawa spanduk-spanduk bertuliskan: “Pengadilan tanpa saksi, pengadilan tanpa pengacara, konspirasi.”

Dalam persidangan, Assir menolak mengakui keputusan pihak pengadilan. Dia juga menolak pengacara yang ditunjuk pihak pengadilan selama persidangan, dengan mengatakan, “Anda tidak mewakili saya dan saya tidak mengenal Anda,” katanya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadHizbullahhukuman matiiranKota SidonLebanonLibanonmilisi SYiahpendukung BasharPerang SuriahsunnisuriahSyeikh Ahmad al-AssirsyiahTakfiriUlama Sunni Libanon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar: Kami Tak Akan Mengekstradisi Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi
Tulisan selanjutnya Soal Kasus Setya Novanto, Ini Sorotan Komnas HAM atas Hakim Cepi dan KPK

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?