Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sidang Kasus Eks Pilot Tempur Prancis Penyelundup 700Kg Kokain Dimulai

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Februari 2019 07:48 7:48 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Februari 2019 07:48
Bagikan
Bruno Odos dan Pascal Fauret, dua eks pilot tempur Prancis penyelunduphampir 700kg kokain.
Bagikan

Hidayatullah.com—Persidangan dua pilot Prancis dan 7 orang lainnya yang dituduh berusaha menyelundupkan 700kg kokain dari Republik Dominika dan Prancis hari Senin (18/2/2019) dimulai di kota Aix-en-Provance.

Bruno Odos dan Pascal Fauret –keduanya mantan pilot pesawat tempur Prancis– ditangkap di badara Punta Cana, Republik Dominika pada Maret 2013 setelah 20 koper berisi kokain ditemukan di badan pesawat jet Falcon 50 yang mereka persiapkan untuk terbang dari Saint-Tropez, kota Prancis di pesisir Mediterania.

Dua penumpang pesawat, pengusaha Prancis bernama Nicolas Pisapia dan Alain Castany, juga ditangkap. Keempat orang itu mengklaim tidak bersalah. Mereka divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada Agustus 2015.

Pada bulan Oktober tahun yang sama, Odos dan Fauret melarikan diri dari penjara dan kembali ke Prancis lewat operasi komando mencurigakan yang dilakukan oleh bekas teman-temannya di angkatan bersenjata Prancis.

Operasi komando itu dipimpin oleh Aymeric Chauprade, yang kala itu merupakan anggota parlemen Eropa dari partai National Front (sekarang National Rally). Sejak itu Chauprade keluar dari partai politik beraliran kanan-jauh itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Christophe Naudin, seorang pakar bidang keamanan transportasi udara, juga ikut ambil bagian dalam pelarian kedua pilot tersebut dari penjara. Dia ditangkap di Mesir dan diekstradisi ke Republik Dominika pada 2016, dihukum lima tahun penjara pada 2017 dan dipindahkan ke Prancis pada 2018 dengan alasan kesehatan. Naudin dikeluarkan dari penjara bulan Mei 2018 dan diduga akan bersaksi di pengadilan di Aix-en-Provence.

Bulan Mei 2016, Ali Bouchareb yang diduga otak perencana operasi tersebut ditangkap di Spanyol dalam kasus penyelundupan kokain dari Amerika Latin.

Keseluruhan ada 11 orang yang menjadi tersangka dalam kasus yang diberi nama “Air Cocaine” itu. Sembilan orang yang ditetapkan sebagai terdakwa, sementara Pisapia masih berada di Republik Dominika dan Bouchareb tidak membantah keterlibatannya dalam kasus itu alias langsung mengakui kesalahannya.

Persidangan direncanakan digelar sampai 5 April tahun ini, lapor RFI.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penggabungan Kemenhut-Kemen LH dinilai Tidak Efektif
Tulisan selanjutnya Ratusan Orang Keracunan, Kedai KFC di Mongolia Ditutup Sementara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?