Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Peduli Perang Tak Peduli Krisis, Wanita Damaskus Tetap Peduli Kecantikan dan Kosmetika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Desember 2014 08:22 8:22 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Desember 2014 08:22
Bagikan
Pameran kosmetika di Damaskus 7 Desember 2014.
Bagikan

Hidayatullah.com–Gema gemuruh serangan udara pasukan rezim Presiden Bashar Al-Assad dan tembakan mortir balasan dari pasukan oposisi menggetarkan bangunan-bangunan di kejauhan. Namun, di dalam sebuah salon kecantikan di kota Damaskus, para pengunjung seakan tidak mempedulikannya.

Di kepung perang saudara yang terus berkecamuk seakan tanpa akhir, sebagian wanita Damaskus bersikukuh untuk tetap mempertahankan kecantikan dan menjaga penampilannya.

Perang itu “rasanya sudah berlangsung selama 100 tahun,” kata Lubana Murshid, seorang pelanggan wanita sambil melihat-lihat koleksi yang dipajang mulai dari krim hingga Botox di sebuah pameran kosmetika di Damaskus.

“Setiap hari ada kematian, tembakan mortir … semuanya buruk,” ujarnya.

“Karena itu, saya lebih suka merawat diri sendiri dan makeup saya, merawat kulit saya, karena ini berpengaruh pada ketenangan batin dan membuat diri saya merasa lebih baik.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dampak dari konflik, kata Murshid, terlihat di wajah banyak orang. “Bikin kita tua.”

Perang antara pasukan pendukung rezim Bashar Al-Assad dan pasukan oposisi berlangsung sejak Maret 2011, dengan korban jiwa lebih dari 200.000. Sementara jutaan orang lainnya pergi mengungsi hingga ke luar negeri, tinggal di tenda-tenda kumuh dan makan dari bantuan kemanusiaan.

Namun, keadaan sepertinya normal-normal saja bagi sebagian orang di daerah yang dikuasai pasukan pro-rezim di Damaskus.  Sebagian wanita memanjakan diri dengan produk-produk kecantikan, bahkan dengan kosmetika yang tergolong mewah.

“Masalah kecantikan adalah masalah fundamental, dan selalu saja ada orang yang akan membeli tanpa mempedulikan harganya,” kata Nabila Murtada, seorang penjual krim kecantikan yang mengandung emas dan caviar, yang sedang dipamerkan di sebuah hotel kelas atas di Damaskus dikutip AFP (11/12/2014).

Perekonomian Suriah porak-poranda akibat perang. Infrastruktur di negara itu, termasuk pabrik-pabrik, banyak yang hancur. Jalan-jalan yang berbahaya membuat pengiriman barang semakin sulit. Sanksi internasional membuat barang impor juga semakin tak mudah didapat. Pengangguran dan kemiskinan merajalela, di mana Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan lebih dari setengah populasi Suriah saat ini berada dalam kondisi kemiskinan parah.

Muhamed Mebar, direktur penjualan untuk beberapa mereka global, mengatakan bisnisnya sempat mendeg di awal masa konflik. “Tapi tahun ini penjualannya naik, sebab orang sudah terbiasa dengan kenaikan harga,” ujarnya.

Iman Othman, seorang pakar kosmetik dengan pengalaman satu dekade, mengatakan usahanya baik-baik saja seperti dulu. “Krisis tidak mempengaruhi kerja kami karena para wanita akan berusaha dengan banyak cara guna menjaga penampilan mereka.”

Johnny Bashur, direktur penjualan sebuah perusahaan khusus menjual silikon-silikon implan dan Botox, juga merasa optimis dengan masa depan usahanya meskipun perang berkecamuk.

Banyak wanita akan tetap mencari perawatan kecantikan seperti itu, tidak peduli perang dan tidak peduli berapa harganya, kata Bashur.

“Mereka ingin kelihatan lebih muda dan ingin membuat dirinya sendiri merasa lebih baik sehingga meningkatkan kepercayaan diri,” kata pria pengusaha itu.

“Mereka para pecinta makeup masih tetap setia,” kata Leila, seorang wanita yang mengelola toko kosmetik di daerah Mazraa pusat kota Damaskus.

Harga kosmetik yang dijualnya naik, karena sulit untuk mendapatkan barang di masa perang. “Tetapi permintaan masih tetap sama,” ujarnya.

Di sebuah pameran, direktur pemasaran Ehab Al-Nowaiqil memajang suplemen-suplemen buatan Amerika yang menjanjikan kulit mulus dan rambut yang lebih indah.

“Kami memutuskan untuk mempertahankan pasar Suriah, karena kami merasa krisis tidak akan menjadi halangan dan orang-orang Suriah memiliki semangat hidup yang tinggi,” kata Al-Nowaiqil.

Di pinggiran ibukota Suriah, seorang ibu rumah tangga bernama Siham menganggap perawatan kecantikan merupakan salah satu terapi mental di tengah-tengah kengerian perang.

“Tak peduli betapa lelahnya Anda, Anda pasti ingin terlihat (cantik) seperti wanita lainnya,” kata Siham di sebuah salon kecantikan.

Kerunyaman perang “tidak boleh sampai ke jiwa kita,” ujarnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imigran Syiah Bisa Berkeliaran di Mall-Mall
Tulisan selanjutnya MUI: Ketenangan Balikpapan Terusik Sejak Isu Imigran Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?