Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ektremis Buddha kembali Serang Etnis Muslim Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 April 2014 07:38 7:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 April 2014 06:47
Bagikan
Penduduk memeriksa daerah sekitar kediaman mereka setelah ekstremis Buddha menyerang daerah yang dihuni etnis Rohingya di kota Hlegu, pinggiran Yangon 4 April lalu
Bagikan

Hidayatullah.com—Penderitaan etnis Rohingya masih belum berhenti.  Hari Kamis (04/04/2014) kemarin, warga Muslim di Hlegu, pinggiran ibu kota Myanmar menjadi korban kekerasan setelah diserang sekelompok ekstremis Buddha dalam sebuah aksi terbaru.

Media lokal, Burma Times melaporkan, sekitar 100 orang ekstremis Buddha melemparkan batu dan kayu ke arah etnis Rohingya di kota itu dan mereka juga mencoba merusak sebuah bangunan serta menghancurkan rumah – rumah dan toko – toko milik warga Rohingya.

Menyusul serangan itu, tercetus pertempuran antara kedua belah pihak mengakibatkan beberapa orang terluka termasuk anggota polisi yang mencoba membubarkan kekerasan tersebut .

Dalam perkembangan terpisah di kota Maungdaw di Rakhine, dua buah kapal militer dilaporkan tiba di Kampung Kyein Chaung dan Bolibazar melalui sungai Pyuma Chaung, lapor Burma Times.

Bahkan yang cukup menyedikan, pasukan keamanan dan kelompok ekstremis di Rakhine justru diduga bekerjasama menindas warga Muslim Rohingya di pedalaman.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Militer Terlibat

Dilaporkan Burma Times,  pasukan keamanan yang tiba di desa Htalia,  dilaporkan menahan tiga pria Rohingya dengan mengajukan tuduhan palsu yaitu melakukan penyelundupan.

Isteri seorang korban mengatakan, suaminya, Arafat ditangkap oleh pasukan keamanan Myanmar,  kemudian dihina dan dipukuli.

“Mereka meminta saya membayar sejumlah uang untuk membebaskan suami saya, namun saya tidak mampu melakukannya, ” kata wanita itu.

Pasukan keamanan dan kelompok ekstremis dikatakan melakukannya akibat keengganan Rohingya menggunakan istilah Benggali dalam sensus yang kini dilakukan di seluruh negara ini.

Menurut warga, kehadiran tentara di kedua desa itu adalah di luar harapan penduduk dan mereka sama sekali tidak mengetahui tujuan kehadiran tentara di tempat itu.

Warga Rohingya kini dalam kondisi dilema dengan kehadiran pasukan keamanan dan pekerja sensus secara simultan memaksa etnis itu mengenalkan diri mereka sebagai Bengali.

Kepala Sensus Myanmar, Dr. Kyaw Maung Maung Thein dan Dr. U Ko Ning dilaporkan pergi ke desa – desa di mana etnis Rohingya berada dan mengadakan konsultasi dengan guru sekolah supaya menulis istilah Bengali pada proses sensus yang akan dilakukan, namun diabaikan guru di situ.

Bukan hanya guru, pemimpin etnis Rohingya serta dokter dan anggota parlemen juga menolak proses negosiasi yang menyarankan penduduk menulis keturunan mereka sebagai entis Benggali , sekaligus memaksa otoritas memanggil pemimpin Rohingya supaya hadir ke Naypyidaw untuk membahas masa depan Rohingya di masa depan.

Sebagaimana diketahui, PBB ikut berperan aktif membantu terselenggaranya sensus, mendesak pemerintah Myanmar membiarkan seluruh penduduk negeri itu menyebut nama etnisnya, Rohingya. Namun pemerintah Myanmar keberatan. Mereka ingin Muslim Rohingya menyebut diri sebagai Bengali.

Bulan lalu, kekerasan pecah di Rakhine ketika ratusan umat Buddha menyerang kantor bantuan medis asal Jerman, Malteser International di Sittwe. Umat Buddha menyatakan bahwa salah satu pekerja kelompok telah salah penanganan bendera agama .

Komunitas Muslim Rohingya di Myanmar telah dianiaya dan menghadapi penyiksaan dan represi sejak kemerdekaan Myanmar pada tahun 1948 hingga sekarang. Tak ada satupun negeri di dunia, termasuk Amerika bersikap.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umat Islam Harus Dewasa Hadapi Polemik Politik
Tulisan selanjutnya Siswi Hidayatullah Batam adakan Bazar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?