Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rouhani: Iran dan Amerika Bisa Bersahabat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Januari 2014 07:24 7:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Januari 2014 07:22
Bagikan
Pertemuan pertama Rouhani dan Obama diabadikan koran-koran Iran.
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa permusuhan selama lebih dari 30 tahun antara Iran dan Amerika Serikat ada kemungkinan berubah menjadi persahabatan.

“Tidak ada permusuhan yang abadi, demikian pula tidak ada persahabatan yang abadi. Jadi kita harus mengubah permusuhan menjadi persahabatan,” kata Rouhani ketika ditanya apakah suatu hari Kedutaan Amerika Serikat bisa dibuka kembali di Teheran dan bukan kedutaan AS di Swiss yang mewakili kepentingan Amerika di Iran.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Swiss RTS hari Rabu (22/1/2014) setibanya di Davos untuk menghadiri World Economic Forum, Rouhani mengatakan bahwa hubungan dengan Washington mengalami kesulitan di masa lampau, tetapi dengan kerja keras dari kedua pihak berbagai masalah dapat diatasi.

“Upaya ini perlu untuk menciptakan kepercayaan di antara kedua belah pihak. Iran faktanya mengulurkan tangannya dengan damai dan bersahabat kepada seluruh negara di dunia yang ingin bersahabat, memiliki hubungan baik dengan semua negara di dunia,” kata presiden negeri Syiah yang mengajak tokoh-tokoh Yahudi Iran ke Amerika untuk melobi Washington dalam kunjungannya ke bulan September 2013 sekaligus menghadiri Sidang Umum PBB, tak lama setelah terpilih menggantikan Mahmud Ahmadinejad. Sebagaimana diketahui, lobi kelompok Yahudi di Amerika sangat kuat bahkan ikut mengatur kebijakan Gedung Putih dan parlemen.

Pada pertemuan WEF hari Kamis ini, Rouhani dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan para pejabat perusahaan minyak raksasa dunia seperti Eni, BP, Total dan Shell.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pimpinan perusahaan minyak asal Amerika Serikat seperti ExxonMobil juga hadir dalam pertemuan itu, menurut sejumlah pejabat dilansir Reuters.

Teheran ingin perusahaan-perusahaan minyak Barat menghidupkan kembali ladang-ladang minyak lamanya dan membangun ladang-ladang minyak dan gas baru, begitu sanksi atas negaranya dicabut. Dan Iran akan memperbaiki kontrak investasi guna menarik minat pengusaha-pengusaha minyak tersebut.

Didorong oleh perjanjian awal kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara Barat Nopember 2013, pemerintah Teheran dan Big Oil (julukan untuk kelompok perusahaan besar minyak terdiri dari BP, Chevron, ExxonMobil, Shell, Total, serta Conoco-red) tidak buang-buang waktu membuat perjanjian kerja dengan harapan sanksi atas Iran segera dicabut.

Saat ini hasil dari perjanjian awal kesepakatan nuklir tersebut, sebagian sanksi ekonomi atas Iran telah dicabut oleh negara-negara Barat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kristus Disambar Petir, Jempolnya Gempil
Tulisan selanjutnya Di Malaysia Anak Babi Kena Sensor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?