Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

43 Negara Kritik China terkait Uighur, Kuba: Bermotivasi Politik

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2021 23:00 11:00 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 24 Oktober 2021 01:00
Bagikan
Presiden World Uyghur Congress, Rebiya Chadeer: China mengirim orang-orang etnis Uighur ke kamp-kamp re-edukasi
Bagikan

Hidayatullah.com — Lebih dari 40 negara, mayoritas Barat, mengkritik China di PBB atas penyiksaan dan penindasan terhadap Muslim Uighur dan minoritas agama serta etnis lain di Xinjiang, Al Jazeera melansir pada Sabtu (23/10/2021).

Semua negara ini menandatangani pernyataan yang mengkritik China pada Kamis. Mereka menyatakan keprihatinan khusus pada “laporan kredibel” tentang keberadaan “kamp pendidikan ulang” di Xinjiang.

Pernyataan bersama itu dibacakan dubes Prancis untuk PBB Nicolas De Riviere pada pertemuan Komite HAM Majelis Umum.

“Kami menyeru China untuk mengizinkan akses segera, berarti, dan tak terbatas ke Xinjiang bagi pengamat independen, termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk HAM dan kantornya,” kata pernyataan tersebut.

Ini adalah ketiga kalinya negara-negara Barat menggunakan pertemuan Komite HAM untuk mengkritik China atas kebijakannya terhadap Uighur.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Awal pekan ini, Institut Kebijakan Strategis Australia (ASPI), sebuah lembaga pemikir, menerbitkan laporan baru yang merinci “arsitektur penindasan” Xinjiang. Itu dikatakan telah dikembangkan untuk menindas orang-orang Uighur.

Laporan itu mengatakan 1.869.310 warga Uighur dan lainnya di Xinjiang dipilih setelah mereka diketahui menggunakan Zapya, sebuah aplikasi perpesanan seluler.

Menanggapi pernyataan, Kuba segera mengeluarkan pernyataan tandingan bersama 62 negara lain yang menyebut bahwa Xinjiang adalah urusan dalam negeri China. Pernyataan tandingan menolak semua tuduhan penindasan di Xinjiang, karena di dasarkan pada “motivasi politik” dan “disinformasi”.

Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun berbicara segera setelah itu, mengutuk “tuduhan tak berdasar” dan “kebohongan”. Pemerintah Komunis menuduh Amerika Serikat dan beberapa penandatangan lain yang tidak disebutkan namanya atas pernyataan “menggunakan hak asasi manusia sebagai dalih untuk manuver politik untuk memprovokasi konfrontasi.”

Pernyataan tandingan

Pernyataan tandingan menggarisbawahi ketegangan jangka panjang antara China dan demokrasi liberal dunia atas hak asasi manusia.

Ketegangan itu meningkat terutama dengan AS, dan termasuk masalah lain termasuk pandemi COVID-19, Taiwan, perdagangan, dan klaim ekspansif Beijing atas Laut China Selatan.

Pada 2019, 23 negara menandatangani pernyataan yang dibacakan oleh Inggris.

Pada tahun 2020, 39 negara menandatangani pernyataan yang dibacakan oleh Jerman dan tahun ini pernyataan tersebut memiliki empat penandatangan lagi.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslim Uighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kementerian Agama, Benarkah Hadiah Khusus untuk NU?
Tulisan selanjutnya Militer AS Gagal Meluncurkan Rudal Hipersonik Baru Hadapi China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian
Berita

Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian

Berita
19 Agustus 2026 12:20
Turki dan ‘Israel’ Berlomba-Lomba Jadi Pusat AI Dunia
Iran Bidik Aset AS di Eropa Jika Trump Perluas Konflik
Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
MBS akan Mengunjungi Prancis Melihat Peluang Investasi

Terbaru

  • Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim
  • MBS akan Mengunjungi Prancis Melihat Peluang Investasi
  • Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
  • Puluhan Orang Diculik Saat Shalat Jumat di Nigeria
  • Bus Aparat Keamanan Suriah Meledak Dekat Damaskus
  • Iran Desak Qatar Pindahkan Pilotnya ke Rumah Sakit di Darat
  • Cuaca Panas, Singapura Pangkas Khutbah Jumat
  • Iran Izinkan Sejumlah Kapal Tanker Iraq Melewati Selat Hormuz
  • Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer
  • Pendiri Raksasa Properti China Evergrande Dibui Seumur Hidup

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?