Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Swiss Akan Gelar Referendum Selamatkan Tanduk Sapi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 November 2018 21:03 9:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 November 2018 08:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Swiss hari Ahad (25/11/2018) akan menggelar referendum guna memutuskan apakah negara akan memberikan subsidi kepada petani yang membiarkan tanduk sapinya tumbuh normal.

Referendum dalam rangka membela “martabat hewan ternak” itu digagas oleh petani bernama Armin Capaul.

Ketika Capaul tidak berhasil melobi para politikus, dia mengumpulkan tanda tangan dari lebih 100.000 warga untuk dimungkinkannya sebuah referendum.

Dia ingin agar diberikan subsidi 190 franc Swiss (sekitar 2,7 juta rupiah) setiap tahun per hewan bertanduk kepada petani.

Capaul mengatakan tanduk membantu sapi-sapi saling berkomunikasi dan mengatur temperatur badan mereka. Kampanyenya itu mendapatkan dukungan dari orang-orang yang menentang pemotongan tanduk hewan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hewan ternak biasanya dipotong tanduknya dengan cara membakar bakal tanduk yang akan muncul di kepala anak sapi dengan besi yang membara. Sapi-sapi tersebut diberi obat penenang terlebih dahulu sebelum menjalani proses biadab tersebut.

Para penentang prosedur penghilangan tanduk itu mengatakan bahwa proses tersebut menyakitkan dan bukan sesuatu yang alami bagi hewan.

Akan tetapi menurut sebagian kalangan, seperti dokter hewan bernama Jean-Marie Surer, prosedur itu tidak melukai hewan.

Capaul mengatakan setelah obat penenangnya hilang, hewan masih bisa merasakan sakitnya.

Pemerintah menentang inisiatif Capaul itu karena akan menguras 30 juta franc dari 3 miliar franc anggaran pertanian. Selain itu, usulan tersebut dianggap membebani konstitusi.

Sebagian petani juga menentang inisiatif Capaul. Mereka berargumen hewan-hewan di peternakan perlu bergerak leluasa dan keberadaan tanduk di kepala mereka akan membuat lahan yang tersedia menjadi sempit. Diperlukan lahan yang lebih luas jika ingin memelihara sapi bertanduk.

“Jika sapi-sapi itu dibiarkan bertanduk, kemungkinan bahaya terluka pada hewan dan manusia menjadi lebih besar,” kata Stefan Gilgen, yang 48 sapinya menghasilkan 1.000 liter susu perhari.

“Kita punya masalah-masalah lain dalam pertanian. Seharusnya terserah masing-masing pengelola pertanian untuk memutuskan apakah akan membiarkan tanduknya atau tidak,” kata Gilgen.

Seperempat sapi di Swiss tanduknya dihilangkan atau tidak bertanduk secara genetik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Daratan Belanda Cepat Tenggelam Akibat Perubahan Iklim
Tulisan selanjutnya 27 Jamaah Shalat Tewas Saat Bom Meledak di Pangkalan Militer Afghanistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?