Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bangladesh Desak Menteri Urusan Agama Myanmar Dihukum karena Menghasut

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Desember 2018 11:02 11:02 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Desember 2018 11:02
Bagikan
Menteri Urusan Agama Myanmar, Thura Aung Ko yang menghasut
Bagikan

Hidayatullah.com–Bangladesh mendesak Myanmar mengambil sikap atas pernyataan menteri agamanya atas pernyataan yang dinilai provokatif dan melukai perasaan umat Islam.

“Kami sangat menentang pernyataan provokatif dari menteri mereka, yang juga merupakan sentimen yang meneriakkan perasaan umat Islam,” kata pejabat senior Kementerian Luar Negeri Bangladesh kepada Reuters hari Kamis.

Pada Selasa (4 Desember 2018) lalu, Menteri Urusan Agama Myanmar, Thura Aung Ko, mengatakan para pengungsi Muslim Rohingya yang tinggal di negara tetangga Bangladesh “dipaksa untuk percaya pada sesuatu yang tidak benar” terhadap Myanmar yang mayoritas beragama Budha.

Pejabat Bangladesh langsung mengutuk pernyataan yang menyatakan bahwa kelompok etnis terindas itu “tunduk pada Myanmar” dan juga bersikeras tidak mentoleransi gerakan militan, karena tidak pernah mendorong radikalisme.

“Jika mereka diberi kewarganegaraan dan harta mereka dikembalikan, mereka akan kembali ke Myanmar. Dengan membuktikan provokasi ini, sangat disayangkan,” kata pejabat itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Myanmar Minta Bangladesh Berhenti Bantu Pengungsi Rohingya 

Dalam rekaman video yang diterbitkan oleh situs NewsWatch menunjukkan Menteri Urusan Agama Myanmar Thura Aung Ko mengatakan sebagian besar Muslim etnis Rohingya hidup sebagai pengungsi Bangladesh setelah melarikan diri dari Myanmar karena “dilecehkan” untuk “mengklaim” negara dengan mayoritas umat Buddha.

Sebagaimana diketahui,  Thura Aung Ko sebelumnya telah menuding pemerintah Bangladesh ‘mencuci otak’ etnis Rohingya dengan menuduh para pengungsi mempunyai agenda terselubung, yakni menguasai Myanmar yang mayoritas Buddha melalui pertambahan jumlah penduduk.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (04/12/2018), Ko menyatakan pemerintah Bangladesh sengaja mengulur pemulangan etnis Rohingya ke wilayah pemukimannya di Negara Bagian Rakhine.

“Mereka (etnis Rohingya) selain diberi makan juga dicuci otak di kamp pengungsian untuk menyerbu Myanmar. Itulah tujuan mereka,” kata Ko.

Pemimpin Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi yang menunjuk Ko menduduki posisi Menteri Agama dua tahun lalu.

Baca:   2000 Pengungsi Rohingya akan Dipulangkan ke Myanmar Bulan Ini

Mantan jenderal itu juga menyatakan agama Islam yang dianut etnis Rohingya sebagai ‘agama ekstrem’. Menurut dia Rohingya bisa menjadi ancaman bagi umat Buddha setempat.

“Kalau kami pemeluk Buddha hanya beristri satu dan beranak dua, para penganut ‘agama ekstrem’ itu bisa punya tiga sampai empat istri dan anaknya banyak. Setelah beberapa dasawarsa, mereka akan menjadi mayoritas dan warga Buddha menjadi minoritas,” ujar Ko.

Kepala majelis ulama di Ibu Kota Yangoon, San Aung mengaku kecewa dengan pernyataan Ko.

“Sebagai menteri agama seharusnya dia membuat pernyataan yang bertanggung jawab,” kata Aung.

Baca: Krisis Makanan, 10 Ribu Pengungsi Rohingya Banjiri Perbatasan Bangladesh

Duta Besar Myanmar di Bangladesh, U Lwin Oo mencoba menenangkan situasi, dengan mengatakan, pernyataan itu adalah pandangan pribadi dari menteri agama.

Menurut seorang pejabat kementerian luar negeri pada pertemuan tersebut, mereka menuntut agar tindakan segera diambil terhadap sang menteri.

Pernyataan menteri Myanmar itu dibuat setelah kedua negara itu terlibat dalam negosiasi selama lebih dari setahun untuk memastikan etnis Rohingya kembali ke Myanmar. Mereka saling menyalahkan karena keterlambatan dalam proses.

Sejauh ini, lebih dari 730.000 etnis Rohingya telah melarikan diri dari negara bagian Rakhine menyusul aksi militer brutal Myanmar itu sejak Agustus lalu.

Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kebanyakan dari mereka saat ini tinggal di kamp pengungsi padat di Bangladesh.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshBuddhagenosidaislamMenteri Urusan Agama MyanmarmyanmarPengungsi RohingyaRohingyaThura Aung Ko
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Baju dan Jiwa Bagi Seorang Muslim
Tulisan selanjutnya pelecehan seksual Paus Fransiskus akan Mengunjungi Uni Emirat Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?