Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengungsi Suriah di Jerman Harus Perbarui Paspor di Keduataan Rezim Assad

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Desember 2018 20:21 8:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Desember 2018 20:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan ribu orang Suriah yang mengungsi ke Jerman sejak 2014 hanya mendapatkan status “subsidiary protection” dan bukan status pengungsi penuh. Artinya, mereka masih harus mengurus dokumen di Kedutaan Suriah yang loyal kepada rezim Bashar Al-Assad.

Pada tahun 2015, pengungsi Suriah yang mendapatkan status pengungsi penuh mencapai 99,7 persen. Akan tetapi pada tahun 2017, hanya 38,2 persen yang mendapatkan status serupa, sementara sisanya 61 persen hanya menikmati status subsidiary protection.

Pemerintah daerah Berlin sebelumnya telah meniadakan kewajiban kepemilikan paspor Suriah bagi para pengungsi, tidak peduli apapun status mereka. Namun kebijakan itu terpaksa harus diubah karena ada instruksi dari Kementerian Dalam Negeri pada bulan Mei lalu. Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer ingin agar kebijakan terkait masalah itu berlaku sama di semua 16 negara bagian yang ada di Jerman.

Dengan adanya keharusan mengurus paspor di Kedutaan Suriah, berarti ada uang yang harus dibayarkan ke pihak kedutaan. Hal ini berarti adanya dana masuk ke kantong rezim Bashar Al-Assad. Politisi dari Partai Hijau Luise Amtsberg, yang membidangi urusan pengungsi, mengatakan praktik semacam ini sama saja dengan “menandai rezim teror.”

“Sejak awal tahun ini, biaya pembuatan paspor Suriah adalah 255 euro, baik dokumen itu berlaku dua tahun atau enam tahun,” kata Amtsberg kepada DW Selasa (18/12/2018).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dibandingkan dengan biaya pengurusan paspor di negara-negara Eropa, itu mahal sekali,” imbuhnya.

Jens-Martin dari Association of German-Syrian Assistance Groups kepada DW mengatakan bahwa Kedutaan Suriah menarif 800 euro untuk satu paspor dan disamping itu kerap ada uang suap yang diminta oleh pertugas.

Rode mengatakan bahwa bagi kebanyakan pengungsi Suriah di Jerman pendapatan mereka semata-mata berasal dari bantuan pemerintah setempat. Itu artinya kata Rode, “Uang para pembayar pajak Jerman diserahkan secara langsung ke kedutaan-kedutaan Assad.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Remaja Amerika Semakin Banyak yang Menghisap Rokok Elektrik
Tulisan selanjutnya FoZ Akan Gelar Indonesia Zakat Summit 2018

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?