Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Australia Cabut Status Kewarganegaraan Anggota ISIS yang Ditahan di Turki

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Januari 2019 11:51 11:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Januari 2019 11:51
Bagikan
Neil Prakash.
Bagikan

Hidayatullah.com—Anggota ISIS yang paling diburu aparat keamanan Australia, Neil Prakash, telah dicabut status kewarganegaraannya oleh pemerintah negeri kangguru itu.

Dalam pengumumannya Menteri Dalam Negeri Peter Dutton menyebut Prakas sebagai “individu yang sangat berbahaya,” lapor BBC Sabtu (29/12/2018).

Pejabat-pejabat intelijen mengatakan Prakash –kelahiran Melbourne– bertugas merekrut orang-orang yang ingin bergabung dengan ISIS dan mendorong dilakukannya serangan teror di Australia.

Neil Prakash saat ini masih mendekam dalam tahanan di Turki di mana dia menghadapi sejumlah dakwaan berkaitan dengan terorisme.

Bulan Juli, pengadilan Turki menolak ekstradisi Prakash ke Australia untuk menghadapi tuduhan terorisme.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Australia, Prakash menghadapi dakwaan menjadi anggota organisasi teroris serta mendukung dan mempromosikan ISIS alias Daesh.

Pada tahun 2016, pemerintah Australia menyebut Prakash sebagai orang Australia yang berhasil kembali dari Timur Tengah memasuki jaringan di Melbourne dan Sydney.

Dalam persidangan di Turki tahun 2017, Prakash mengakui dirinya “punya andil” dalam perencanaan aksi-aksi teror di Australia tetapi “tidak seratus persen bertanggung jawab.” Dia mengatakan bahwa dirinya dipaksa membuat video propaganda untuk ISIS dan dia melarikan diri dari kelompok itu setelah melihat “wajah asli” kelompok bersenjata tersebut.

Prakash meninggalkan Australia menuju Suriah pada tahun 2013 dan menggunakan nama Abu Khaled Al-Cambodi. Dia pernah keliru dikabarkan terbunuh dalam serangan udara Amerika Serikat di Mosul, Iraq, pada tahun 2015.

Melalui ayahnya, Prakash memiliki status kewarganegaraan Australia dan Fiji. Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Australia, status kewarganegaraan ganda seseorang dapat dicabut jika yang bersangkutan didakwa atau dituduh melakukan kejahatan terorisme.

Neil Prakash merupakan orang kedua belas yang dicopot status kewarganegaraan Australianya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aktivis Mengklaim 560.000 Tewas di Suriah Sejak 2011
Tulisan selanjutnya Malam Tahun Baru 2019 Pria Jepang Sengaja Tabrak Kerumunan di Harajuku

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?