Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pertanyakan Pembunuhan Pendukung Eks Tokoh Al-Shabab, Utusan PBB Diusir dari Somalia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Januari 2019 08:47 8:47 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Januari 2019 08:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Somalia mengusir utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nicholas Haysom dengan tuduhan “mempermalukan” organisasi dunia itu dengan bertindak seolah-olah dia adalah penguasa di negeri Afrika tersebut.

Sebelum diusir, Haysom mempertanyakan perihal pembunuhan para demonstran yang merupakan pendukung Mukhtar Robow, bekas pemimpin Al-Shabab yang sudah keluar dari kelompok bersenjata itu.

Pasukan keamanan Somalia diduga terlibat kematian sekitar 15 orang pengunjuk rasa dan menahan lebih dari 300 orang lainnya, kata PBB.

Pada 30 Desember 2018, Haysom menulis surat kepada pemerintah Somalia, mempertanyakan dasar hukum dari penangkapan Robow dan penangkapan para pendukungnya yang berdemonstrasi di Baidoa menentang penangkapan eks komandan Al-Shabab tersebut.

Mukhtar Robow, mantan wakil ketua Al-Shabab, meninggalkan kelompok bersenjata itu pada tahun 2017. Bulan Oktober lalu, dia mengumumkan keinginannya untuk maju mencalonkan diri sebagai presiden atau kepala wilayah negara bagian Barat Daya Somalia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, pemerintah Somalia menjegal pencalonan dirinya dan aparat keamanan menangkapnya pada awal Desember 2018. Pemerintah beralasan Robow “belum melepaskan ideologi ekstrimisnya.”

Tidak jelas apakah pemerintah Somalia menjawab surat yang dikirimkan Haysom dan menanggapi masalah yang diangkatnya. Namun, Menteri Luar Negeri Somalia Ahmed Isse Awad mengatakan utusan PBB itu tidak lagi “diterima” di negaranya, lapor BBC Rabu (2/1/2019).

Haysom merupakan utusan PBB asal Afrika Selatan, yang pernah diutus PBB ke Afghanistan, Sudah dan Sudan Selatan. Haysom, yang berkulit putih, dulu pernah menjadi penasihat hukum bagi presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan, Nelson Mandela.

Dia ditunjuk sebagai utusan khusus Sekjen PBB Antonio Guterres di Somalia pada September 2018, dan diberi tugas membantu mewujudkan perdamaian di negara tersebut.

Somalia terjerumus ke dalam perang saudara sejak runtuhnya rezim Siad Barre pada tahun 1991.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPU: Berita 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos No 01 Hoax
Tulisan selanjutnya ‘Awan Tsunami’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?