Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pelajaran Islam di Sebagian Sekolah Jerman

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 13 September 2011 16:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seekor unta di padang pasir, terikat ke tiang pancang, tak henti menjerit disiram sinar terik matahari. Seorang pria bersurban dengan jubah menutup tubuh bergegas menghampiri dan menenangkannya. Lalu, pria itu mencari si pemilik unta di kedai teh, agar ia memindahkan hewan itu ke tempat teduh dan memberinya air minum.

Kisah Nabi Muhammad dan unta yang menangis diceritakan dalam bentuk komik pada sebuah buku pelajaran sekolah.  Judulnya ‘Buku Islamku”, salah satu dari sedikit buku yang sejauh ini ditawarkan bagi pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah di Jerman.

Sebagaimana dilaporkan Deutsche Welle (12/9), hingga kini, pihak yang berkompeten masih mempertimbangkan apakah buku itu juga akan dipakai di Baden-Württemberg, satu dari enam negara bagian yang dalam beberapa tahun terakhir memberikan pelajaran agama Islam di sekolah, sampai kini masih berupa proyek percobaan. Negara bagian Nordrhein-Westfalen menjadi pionir di tahun 1999. Diperkirakan, jumlah murid beragama Islam di Jerman mencapai 900.000 orang. Lalu mengapa pelajaran agama Islam tak bisa ditawarkan di semua sekolah?  Masalahnya terletak pada mitra bicara dari pihak Muslim, kata cendekiawan Islam Michael Kiefer.

“Masalah dasarnya adalah, persyaratan hukum bagi pelajaran agama Islam, yang menyangkut mitra kerjasama, sangat tinggi. Salah satunya, sebuah komunitas agama harus sudah ada untuk waktu tertentu, agar keberadaannya dapat diakui,” kata Michael Kiefer.

Selain itu, sebuah komunitas agama tentu saja harus mencakup anggota, umat agama tersebut. Namun demikian, kata Kiefer, kaum Muslim di Jerman pada umumnya tidak menggabungkan diri dengan perhimpunan tertentu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selama ini pemerintah Jerman menemukan solusi sementara, yaitu menarik perhimpunan setempat atau orangtua murid Muslim untuk setidaknya ikut serta sebagai mitra bicara tentang materi pelajaran. Tetapi kesepakatan itu bukan untuk selamanya.

Di negara bagian Nordrhein-Westfalen, orang kini berharap kepada solusi Dewan Penasehat. Dewan disetujui oleh Menteri Pendidikan dan Dewan Koordinasi Muslim, sebuah organisasi payung dari sejumlah organisasi Muslim. Dewan Penasehat terdiri dari Muslim yang mewakili organisasi maupun yang tidak.

Jika undang-undang sekolah diubah bulan September ini, maka anggota Dewan dapat diangkat dan tenaga pengajar dapat dipilih. Tetapi cendekiawan muslim Michael Kiefer masih melihat sejumlah masalah, “Tema pokok yang kontroversial adalah ijin mengajar. Masih belum jelas, syarat apa yang harus dimiliki tenaga pengajar. Apa definisi dari muslim yang baik dan taat?”

Walaupun situasinya sulit, semua negara bagian di Jerman ingin secara bertahap mengubah proyek percobaan menjadi pelajaran agama Islam secara tetap. Karena ada banyak alasan, yang menurut Michael Kiefer terkait instruksi untuk memberi perlakuan yang setara.

Alasan lainnya, yang kerap diulang, bahwa pelajaran agama Islam juga merupakan kontribusi bagi fakta bahwa sebagai agama, Islam juga berdomisili di Jerman. Dengan begitu, cap agama asing, atau agama luar, tidak berlaku lagi. “Aspek lainnya, orang juga mengharapkan efek integratif positif. Bahwa dengan adanya pelajaran Islam di sekolah, muslim yang berada di Jerman dapat merasa lebih nyaman,” ditambahkan Michael Kiefer.

Pakar untuk pelajaran Islam di Kementrian Pendidikan negara bagian Baden-Württemberg, Barbara Lichtenthäler, juga dapat melaporkan efek menggembirakan dari pelajaran agama Islam di sekolah, “Para siswa bersemangat dan berani ikut bicara. Sementara upaya-upaya lain sebelumnya tidak menimbulkan banyak dialog. Bagi kami ini hal yang sangat positif.”*

Keterangan foto: Buku pelajaran agama Islam di Jerman. [dw]

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sumsel Tuan Rumah Pertemuan Negara Islam
Tulisan selanjutnya Meski Reda, Masyarakat Masih Waspada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?