Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Janjikan £2 Juta untuk Atasi Kemiskinan dan Stigma Menstruasi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Maret 2019 19:13 7:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Maret 2019 06:25
Bagikan
Dua perempuan Nepal sedang menjalani chhaupadi, mengasingkan diri karena menstruasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Inggris mengumumkan alokasi dana £2 juta untuk mendukung organisasi-organisasi di seluruh dunia guna mengakhiri kemiskinan menstruasi di kalangan perempuan pada 2030.

Kementerian Wanita dan Kesetaraan Inggris Penny Mordaunt juga mengumumkan anggaran £250.000 untuk pembentukan satuan tugas yang terdiri dari departemen-departemen pemerintah, kalangan usaha, organisasi amal, dan perusahaan guna melahirkan ide-ide baru dalam penanggulangan masalah tersebut di Inggris, lansir The Guardian Selasa (6/3/2019).

Di banyak negara anak-anak perempuan terpaksa tidak masuk sekolah saat mengalami menstruasi dikarenakan mereka tidak mampu membeli pembalut. Sebagian bahkan terpaksa menggunakan kain-kain bekas atau kertas untuk menampung darah haidnya.

Survei menunjukkan, di Sudan Selatan 83% anak perempuan yang haid menggunakan kain bekas atas kulit kambing sebagai pembalut atau tidak menggunakan apapun selama darah menstruasinya keluar setiap bulan.

Di Nepal, anak-anak perempuan dipaksa tinggal di gubuk-gubuk tak layak huni selama masa menstruasi, karena mereka dianggap mengeluarkan sesuatu yang menjijikkan dari tubuhnya. Tidak jarang anak-anak perempuan dan wanita yang haid itu meninggal dunia karena kedinginan atau diserang hewan liar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Inggris, survei oleh Girlguiding UK menunjukkan 26% anak perempuan berusia 11 sampai 21 merasa tidak nyaman bicara soal menstruasi mereka dan 21% merasa malu dengan kondisi itu.

Statistik hasil survei oleh Bloody Big Brunch –organisasi penyelenggara jamuan makan pagi-siang guna mengumpulkan dana seantero Inggris untuk membeli pembalut dan mendistribusikannya– mendapati bahwa 84% orang menilai pembagian pembalut wanita di sekolah-sekolah sama pentingnya atau lebih penting dibanding pembagian kondom.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menghina Nabi Sejumlah Warga Malaysia Ditangkap dan Diburu Aparat
Tulisan selanjutnya Hoax Tulisan UBN “Diadu” dengan YM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?