Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Antisipasi Sanksi Barat, Rusia akan Legalkan Penanaman Opium

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Maret 2019 19:02 7:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Maret 2019 06:55
Bagikan
Tentara Amerika Serikat mengawal ladang opium di Afghanistan.
Bagikan

Hidayatullah.com—Parlemen Rusia meloloskan rancangan undang-undang yang akan melegalkan penanaman opium yang dapat digunakan untuk memproduksi opioid. Langkah itu diambil guna memastikan Rusia memiliki persedian bahan mentah yang mencukupi untuk memproduksi obat-obatan penghilang rasa sakit.

Saat ini penanaman opium sama sekali terlarang di Rusia. Artinya, para produsen obat di negara itu bergantung sepenuhnya kepada impor untuk membuat obat penghilang rasa sakit. RUU yang diloloskan pada tahap pertama hari Kamis (14/3/2019) tersebut akan memungkinkan penanaman opium di bawah monopoli negara, lapor RT.

Menurut para pendukung RUU tersebut, ada 13 macam opioid yang saat ini diproduksi di dalam negeri Rusia. Setiap tahun mereka harus mengimpor sekitar 400kg bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan opioid, yang mana hal itu mengharuskan mereka mencarinya ke salah satu dari 10 perusahaan besar di luar negeri. Masalahnya, 9 dari negara-negara itu memiliki sejarah mendukung sanksi ekonomi atas Rusia yang kerap diberlakukan oleh Barat. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain kecuali Rusia harus berusaha mencukupi sendiri kebutuhan bahan mentah yang diperlukan untuk membuat opioid.

Menurut para pejabat begitu RUU itu disahkan dan diberlakukan, maka Rusia akan membuat satu rantai suplai tanaman precursor opioid yang dibutuhkan perusahaan farmasi dan untuk keperluan riset. Besaran produksi tanaman tersebut akan disesuaikan dengan jumlah permintaan domestik.

Rusia termasuk negara yang sangat ketat dalam hal narkoba untuk keperluan rekreasi, yang menurut sebagian kalangan tidak perlu terlampau ketat. Tidak jarang tersiar kabar adanya pasien kanker stadium akhir yang kesakitan karena kesulitan mendapatkan opioid secara bebas di Rusia.*

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Neo-Nazi Dibalik Ancaman Bom Seantero Jerman
Tulisan selanjutnya Selandia Baru: Serangan di masjid adalah momen dampak atas politik kejahatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?