Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Italia Gabung Proyek Jalur Sutra China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Maret 2019 07:27 7:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Maret 2019 05:40
Bagikan
PM Italia Giuseppe Conte dan Presiden China Xi Jinping.
Bagikan

Hidayatullah.com—Italia menjadi negara maju pertama yang bergabung dengan program investasi global China, yang menimbulkan kekhawatiran negara-negara Barat sekutu Italia.

Proyek yang disebut sebagai Jalur Sutra Baru itu, yang berusaha menghidupkan rute perniagaan lama untuk menghubungkan China dengan Eropa, diteken Italia dalam 29 perjanjian bernilai 2,5 miliar euro atau $2,8 miliar. Kesepakatan itu ditandatangani saat Presiden Xi Jinping berkunjung ke Roma, lansir BBC Sabtu (23/3/2019).

Program besutan China itu, yang memiliki nama lain Belt and Road Initiative (BRI) meliputi pendanaan China dalam pembangunan-pembangunan mega infrastruktur di berbagai belahan dunia, yang bertujuan melancarkan ekspor produk-produk China ke mancanegara.

Atas nama Italia, Wakil Perdana Menteri Luigi Di Maio (ketua partai antimigran Gerakan Bintang Lima) menandatangani memorandum of intent yang menjadikan Italia resmi bagian dari Economic Silk Road dan 21st Century Maritime Silk Road.

Para menteri Italia kemudian menandatangani kesepakatan-kesepakatan di bidang energi, keuangan, serta produk-produk pertanian. Disusul kemudian penandatanganan kesepakatan oleh pimpinan-pimpinan perusahaan besar di sektor gas dan energi serta engineering Italia yang akan diberikan akses ke pasar China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perusahaan milik pemerintah Beijing China Communications and Construction Company (CCCC) akan diberikan akses ke pelabuhan Trieste sehingga China dapat merambah kawasan tengah dan timur Eropa. China juga akan dilibatkan dalam pembangunan pelabuhan Genoa.

Italia menjadi anggota kelompok negara maju G7 yang menerima tawaran uang China.

Italia termasuk 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia, tetapi beberapa tahun terakhir kondisi keuangannya tidak terlalu baik.

Italia terjerumus ke dalam resesi sejak akhir 2018, tingkat utang nasionalnya termasuk tertinggi di kalangan negara-negara pengguna mata uang euro. Pemerintah Italia yang dikuasai politisi populis sejak Juni 2018 mengajukan anggara belanja negara yang sangat besar, tetapi terpaksa menguranginya sebab mendapat tekanan dari Uni Eropa yang menuntut Italia berhemat.

Menanggapi kekhawatiran sekutu-sekutu Italia dalam sebuah konferensi pers Di Maio berkata, “kami tidak ingin melangkahi mitra-mitra Eropa kami. Kami tetap berada di dalam aliansi Euro-Atlantic dan kami tetap sekutu dari negara-negara dalam NATO.”

Namun demikian, rupanya tidak semua dalam pemerintahan Italia setuju dengan kesepakatan tersebut. Mitra koalisi Di Maio, pimpinan partai sayap kanan Liga yang juga menjabat wakil perdana menteri Matteo Salvini dengan sangat mencolok absen dari semua acara resmi yang sangat penting tersebut.

Sebelumnya, Salvini pernah memperingatkan bahwa dia tidak ingin bisnis asing “menjajah” Italia.

“Sebelum mempersilahkan seseorang berinvestasi di pelabuhan Trieste atau Genoa, saya akan berpikir tidak hanya sekali melainkan seratus kali,” kata Salvini.

Sebelumnya, Salvini pernah memperingatkan bahwa dia tidak ingin bisnis asing “menjajah” Italia.

“Sebelum mempersilahkan seseorang berinvestasi di pelabuhan Trieste atau Genoa, saya akan berpikir tidak hanya sekali melainkan seratus kali,” kata Salvini.

Label “Made in Italy” memiliki reputasi kualitas yang baik di mancanegara, dan secara hukum dilindungi untuk dipakai pada produk-produk yang diproses atau diproduksi “sebagian besarnya” di Italia.

Beberapa tahun belakangan ini, pabrik-pabrik China yang didirikan di Italia dan menggunakan tenaga kerja asal China telah “mengusik” kepercayaan konsumen terhadap label “Made ini Italy”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kelab malam Lagos Disebut Kota Murah Untuk Ditinggali, Warga Nigeria Bertanya-Tanya
Tulisan selanjutnya Paus Fransiskus Terima Pengunduran Diri Kardinal Chile yang Menyembunyikan Kasus Pedofilia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?