Hidayatullah.com—Pejabat sementara Menteri Pertahanan Amerika Serikat memperingatkan bahwa uji coba senjata antisatelit (ASAT) dapat menimbulkan “kekacauan” di antariksa setelah India menghancurkan salah satu satelit miliknya hari Rabu (27/3/2019).
Patrick Sanahan mengatakan Amerika Serikat masih mempelajari uji coba yang dilakukan India tersebut, yang menurut pemerintah Delhi dilakukan di orbit rendah bumi agar tidak menyisakan sampah di luar angkasa, lapor BBC Kamis (28/3/2019).
India merupakan negara keempat di dunia yang melakukan uji coba ASAT. Sebelumnya, China menimbulkan kecemasan internasional dengan uji coba serupa pada tahun 2007.
“Pesan saya: kita semua hidup di antariksa, mari jangan membuat kekacauan. Antariksa seharusnya menjadi tempat di mana kita berbisnis. Antariksa merupakan tempat di mana orang seharusnya memiliki kebebasan untuk beroperasi,” kata Shanahan kepada para reporter menyusul uji coba yang dilakukan India.
Serpihan dari uij coba semacam itu dapat membahayakan operasi satelit sipil dan militer, serta bertabrakan dengan benda-benda lain di luar angkasa. Namun, India mengatakan bahwa pihaknya dengan sengaja melakukan uji coba “Misi Shakti” di laposan atmosfer bagian bawah, di ketinggian 300 km, guna memastikan tidak ada serpihan dan apapun yang tersisa akan “membusuk dan kembali jatuh ke bumi dalam hitungan pekan.”
“Itu kenapa kami melakukannya di ketinggian rendah, benda itu akan lenyap seketika,” kata G Satheesh Reddy, kepala Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan India, kepada Reuters dalam sebuah wawancara.
“Pecahannya sedang bergerak sekarang. Ada berapa banyak pecahan, kami sedang berusaha mengetahuinya, tetapi menurut perhitungan kami benda itu seharusnya jatuh dalam kurun 45 hari.”
Sejumlah pakar meragukan klaim India tersebut, dengan mengatakan bahwa jalur jatuhnya pecahan satelit itu sulit dikontrol. Militer Amerika Serikat saat ini sedang memantau lebih dari 250 pecahan dari uji coba yang dilakukan India tersebut, lapor Reuters mengutip seorang jubir Pentagon.
Amerika Serikat melakukan uji coba ASAt pertama kali pada tahun 1959.
Uji coba ASAT yang dilakukan China pada tahun 2007, yang menghancurkan sebuah satelit tak berfungsi di ketinggian 865 km, menyisakan puing-puing besar di orbit bumi.*