Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menantunya Kena Sanksi Amerika, Presiden Libanon Minta Bukti yang Mendasarinya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 November 2020 20:11 8:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 November 2020 20:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Libanon Michel Aoun hari Sabtu (7/11/2020) mengatakan akan meminta bukti dan dokumen dari Amerika Serikat yang menjadi alasan Washington memberlakukan sanksi atas Gebran Bassil, seorang politisi Kristen ternama Libanon yang juga adalah anak menantunya.

Amerika Serikat hari Jumat memasukkan Bassil dalam daftar hitam dengan tuduhan korupsi dan dan hubungan dengan kelompok Syiah Libanon dukungan Iran, Hizbullah, yang dinyatakan Washington sebagai teroris. 

Basil merupakan pemimpin blok politik Kristen terbesar di Libanon. Dia mengetuai Free Patriotic Movement (FPM) Yang didirikan Aoun dan menjabat sebagai menteri telekomunikasi, energi dan air serta luar negeri.

Aoun meminta pejabat sementara menteri luar negeri Libanon untuk mendapatkan bukti dan dokumen yang seharusnya dimasukkan ke pihak pengadilan di Libanon guna “diambil langkah hukum semestinya” apabila datanya tersedia, kata kantor kepresidenan lewat Twitter, lapor Reuters.

Departemen Keuangan AS menuding Bassil menjadi “yang terdepan dalam korupsi di Libanon”. Seorang pejabat senior Amerika mengatakan dukungan yang diberikan Bassil kepada kelompok bersenjata Hizbullah merupakan alasan yang menjadi dasar pemberian sanksi terhadap menantu Presiden Libanon itu. 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

FPM memiliki hubungan aliansi dengan Hizbullah, yang sekarang menjadi organisasi politik terkuat di Libanon, dan Bassil mendukung kelompok itu sebab dipandang vital bagi pertahanan Libanon. 

Sebagaimana diketahui, persenjataan militer Hizbullah, yang banyak disokong rezim Syiah Iran,  jauh lebih lengkap dan modern dibandingkan tentara nasional Libanon.

Bassil dikenai sanksi oleh Washington dengan menggunakan undang-undang AS Global Magnitsky Human Rights Accountability Act, yang menarget individu atau organisasi atau kelompok yang dianggap melakukan pelanggaran HAM dan korupsi di seluruh dunia.

Hizbullah mengecam langkah AS tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan terang-terangan mengintervensi dan mendikte Libanon.

Hari Jumat Bassil mengatakan sanksi AS itu tidak membuatnya takut dan dia tidak “termakan” dengan janji-janji.

Sanksi-sanksi yang dijatuhkan Amerika itu dapat menghambat upaya PM Saad al-Hariri dalam mengatasi politik sektarian Libanon dan krisis ekonomi terburuk sejak perang saudara 1975-1990, yang berakar dari korupsi yang merajalela, penghamburan anggaran dan salah tata kelola pemerintahan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatGebran BassilHizbullahLibanonMichel AounpresidenSanksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ada Konflik Bersenjata di Tigray, Sudan Tutup Perbatasan Cegah Konflik Melebar
Tulisan selanjutnya Covid-19: PM Bosnia Positif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?