Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dibom Masa Perang 1992 Masjid Aladza Bosnia Dibuka Kembali

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Mei 2019 05:36 5:36 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Mei 2019 05:36
Bagikan
Masjid tersebut dibangun pada tahun 1550, yang mana kubahnya masih utuh dan asli ketika diledakkan dengan dinamit oleh pasukan Serbia penganut Kristen.
Bagikan

Hidayatullah.com—Ribuan orang berduyun-duyun mendatangi pembukaan kembali sebuah masjid di Bosnia, yang hampir tiga dekade silam hancur diterjang bom saat perang 1992-1995.

Masjid Aladza di Foca ditarget sejak awal perang oleh pasukan Serbia di Bosnia guna menciptakan sebubah negara hanya untuk etnis Serbia.

Masjid peninggalan abad ke-16 itu dianggap sebagai salah satu karya agung arsitektur masa Kekhalifahan Utsmani.

Proyek perbaikannya membutuhkan waktu bertahun-tahun, dengan bantuan finansial dari negara-negara Arab, Turki dan lainnya.

Masjid tersebut dibangun pada tahun 1550, yang mana kubahnya masih utuh dan asli ketika diledakkan dengan dinamit oleh pasukan Serbia penganut Kristen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada tahun 2018, seorang bekas tentara Serbia di Bosnia dikenai dakwaan hukum atas perannya menempatkan bahan peledak di kubah masjid tersebut.

Puing-puing orisinil dari masjid itu, yang dibuang pasukan Serbia usai peledakan, digali kembali.

Hari Jumat (3/5/2019), ribuan orang mendatangi pembukaan kembali masjid tersebut di daerah Foca, di mana keseluruhan terdapat 12 masjid yang dihancurkan saat perang oleh Serbia.

Sebelum perang, Muslim mencakup lebih dari setengah dari total 41.000 penduduk Foca. Namun sekarang, jumlah Muslim yang tinggal di daerah itu tidak melebihi angka 1.000, lapor Reuters seperti dikutip BBC.

Foca menjadi terkenal karena daerah itu dijadikan lokasi persekusi dan pembunuhan orang-orang non-Serbia yang terjadi selama perang di negara-negara pecahan Yugoslavia.

Semasa perang, Serbia mengubah nama daerah itu menjadi Srbinje yang dalam bahasa mereka artinya “tempat orang-orang Serbia”. Namun, pada tahun 2014, pengadilan tertinggi Bosnia memerintahkan agar namanya dikembalikan ke asal yaitu Foca.

Anggota-anggota dari Komunitas Islam Bosnia memuji pembukaan kembali Masjid Aladza.

“Hari ini kita menyaksikan sebuah harapan bahwa orang-orang akan menemukan lagi kedamaian di tempat itu,” kata ketua nya Husein Kavazovic, saat acara peresmian.

Menteri Kebudayaan Turki Mehmet Nuri Ersoy mengatakan pembukaan kembali masjid tersebut menunjukkan “rasisme dan kebencian dapat menimbulkan kerusakan meterial tetapi tidak dapat menghancurkan budaya koeksistensi yang tumbuh selama berabad-abad.”

Utusan khusus Amerika Serikat untuk Bosnia mengatakan bangunan itu sekarang akan berperan menjadi “tempat lahirnya rekonsiliasi bagi generasi mendatang.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perusahaan Rintisan Jepang Berhasil Luncurkan Roket ke Angkasa
Tulisan selanjutnya Andre Minta Maaf diduga Hina Nabi, MUI Minta Jadikan Pelajaran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?