Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ini Pengacara Gay yang Ingin Jadi Presiden Tunisia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Juli 2019 19:07 7:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Juli 2019 19:07
Bagikan
Mounir Baatour, pengacara gay yang ingin menjadi presiden Tunisia.
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang pria gay yang berprofesi sebagai pengacara dan terjun ke dunia politik berharap dapat terpilih sebagai presiden Tunisia selanjutnya.

Mounir Baatour, ketua Partai Liberal, akan maju sebagai calon presiden dalam pemilu bulan November tahun ini, guna menggantikan Beji Caid Essebsi yang sudah berusia 92 tahun dan sakit-sakitan. Dia sudah mengumpulkan tanda tangan dukungan lebih dari 10.000 sehingga mencukupi persyaratan, meskipun parpol yang dipimpinnya terkategori partai gurem.

Pengacara berusia 48 tahun itu pernah menginap di Hotel Prodeo pada tahun 2013 karena sodomi. Kelompok pro-LGBT bentukannya, Shams, kerap menjadi target operasi kamtibmas.

Homoseksualitas itu sendiri tidak ilegal di Tunisia, meskipun pelaku hubungan seks sesama jenis akan dibui jika ketahuan. Tidak jelas apakah statusnya sebagai mantan terpidana sodomi akan menjadi penghalang hasratnya menjadi presiden.

Baatour, lulusan sebuah universitas Prancis, menekankan kampanyenya pada isu kebijakan ekonomi dan sosial seperti kenaikan upah, program bantuan untuk pengangguran. Dia tidak terlalu fokus mengangkat isu hak-hak LGBT.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Itu merupakan salah satu poin dari program-program saya,” katanya kepada Euronews Sabtu (20/7/2019). “Saya kira kampanye saya tidak akan memfokuskan pada hak-hak LGBT. Saya punya program ekonomi, budaya, sosial. Saya akan menambah alokasi pelajar, memperhatikan pengangguran. Saya ingin meningkatkan upah di Tunisia.”

Menyusul pengumuman lewat Facebook bahwa dirinya akan mencalonkan diri sebagai presiden, Baatour mengaku mendapat respon beragam, sebagian positif dan sebagian negatif.

“Saya seorang warga negara Tunisia, saya memiliki karir sebagai pembela hak-hak asasi manusia, dan saya berharap menjadi presiden negeri ini. Adalah hak saya mempunyai ambisi seperti ini,” kata Baatour.

Dia sangat yakin dengan masyarakat Tunisia yang relatif liberal. Patut diketahui, meskipun secara geopolitik Tunisia dimasukkan sebagai salah satu negara Arab, tetapi penduduk negeri mayoritas Muslim yang terletak di bagian utara Afrika itu kehidupannya sehari-hari lebih mirip orang Eropa daripada Arab yang dianggap “konservatif”.

“Tunisia di bawah Presiden Bourguiba menghapuskan (melarang, red) poligami, memperbolehkan adopsi, memperbolehkan aborsi, mengakui hak-hak wanita,” kata Baatour. “Menurut saya negara ini adalah negara yang sangat moderen, negara yang sangat progresif. Kita tidak dapat membandingkan Tunisia dengan negara-negara Arab lain dalam hal kesetaraan atau hak-hak individual lainnya.”

Baatour memilih menjauh dari membicarakan partai-partai Islam yang merupakan arus utama dalam politik Tunisia saat ini. Dia menyebut politik kaum islamis sebagai “inkubator ekstrimisme dan antagonisme”.

“Saya mendukung kebebasan,” ujarnya. “Dan menurut saya yang lain tidak menghormati demokrasi.”

Partai kecil pimpinan pria homo ini juga mendukung normalisasi hubungan dengan Israel, yang ibukotanya Tel Aviv dikenal sebagai pusat dan surga kaum LGBT dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gayMounir Baatourtunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Afsel Cyril Ramaphosa Tak Terima Dituduh Korupsi
Tulisan selanjutnya DPR: Kemendagri Harus Perhatikan Perlindungan & Keamanan Data

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?