Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Afsel Cyril Ramaphosa Tak Terima Dituduh Korupsi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Juli 2019 18:58 6:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Juli 2019 18:58
Bagikan
Cyril Ramaphosa.
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa akan melawan tuduhan yang menyebutnya mengelabui para wakil rakyat soal dana kampanye. Ombudsman Afsel mengaitkan kampanye Ramaphosa dengan pencucian uang.

Menjawab laporan yang dibuat lembaga perlindungan publik Afsel alias ombudsman, Presiden Ramaphosa bersumpah akan melawan tuduhan pencucian uang tersebut di pengadilan, lansir DW hari Ahad (21/7/2019).

Laporan yang dirilis hari Jumat itu mengkaitkan kampanye pemilihan ketua partai ANC 2017 Ramaphosa dengan sebuah perusahaan yang terlibat dalam skandal korupsi. Ramaphosa dituding menyesatkan wakil rakyat dengan membantah mengetahui donasi mencurigakan sebesar 500.000 rand ($36.000).

“Saya memutuskan mengambil langkah ini bukan karena tidak menghormati lembaga perlindungan publik yang merupakan institusi penting bagi demokrasi kita, tetapi dengan harapan institusi tersebut pada akhirnya akan menjadi lebih kuat dengan sebuah yudisial review yang independen dan imparsial,” kata Ramaphosa.

Konflik antara Ramaphosa dan Ombudsman Afsel merupakan bagian dari perseteruannya dengan mantan presiden Jacob Zuma. Pimpinan Ombudsman Afsel saat ini, Busisiwe Mkhwebane adalab sekutu politik Zuma.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut laporan Mkhwebane, Ramaphosa melanggar kode etik saat membicarakan soal donasi dari pengusaha lokal Gavin Watson dengan wakil-wakil rakyat. Watson diketahui menjabat CEO di Bosasa, yang sekarang dikenal sebagai African Global Operation, sebuah perusahaan yang memberikan banyak layanan untuk pemerintah.

Ramaphosa awalnya mengatakan kepada wakil-wakil rakyat bahwa uang itu adalah bayaran atas jasa konsultasi yang diberikan putranya Andile kepada Bosasa. Namun kemudian, Ramaphosa mengatakan uang itu adalah donasi untuk kampanye dirinya agar terpilih sebagai ketua partai African National Congress (ANC).

Tidak hanya itu, uang yang keluar dan masuk lewat rekening Ramaphosa menimbulkan kecurigaan adanya praktik pencucian uang.

Hari Ahad, Ramaphosa lewat pernyataan yang disiarkan televisi mengaku tidak mengetahui informasi sepenuhnya tentang penggalangan dana kampanye lewat sebuah acara makan malam, yang ditujukan untuk memenangkan dirinya sebagai ketua ANC menggantikan Jacob Zuma.

Masalah ini menjadi pukulan serius bagi Ramaphosa, yang memgambil alih jabatan presiden Afsel dari Zuma. Tahun lalu Jacob Zuma dipaksa meletakkan jabatan presiden karena banyak sekali tuduhan korupsi yang mengarah pada dirinya. Ramaphosa diharapkan oleh rakyat dapat membersihkan korupsi yang merebak di kalangan pejabat pemerintah Afrika Selatan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika SelatanCyril Ramaphosa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Senator DKI: Anies Semakin Berprestasi, Semakin Dicaci
Tulisan selanjutnya Ini Pengacara Gay yang Ingin Jadi Presiden Tunisia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?