Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rabi Yahudi yang Memuluskan Proses Kewarganegaraan Portugal untuk Roman Abramovich Diperiksa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Maret 2022 15:25 3:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Maret 2022 15:25
Bagikan
Roman Abramovich saat berkunjung ke Tembok Ratapan dinding sebelah barat kompleks Masjid Al-Aqsha, Al-Quds (Yerusalem).
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang rabi Yahudi yang memberikan sertifikat sehingga Roman Abramovich bisa memperoleh status kewarganegaraan Portugal dilarang meninggalkan negara itu dan harus memenuhi panggilan pihak berwenang apabila diperlukan, lapor kantor berita Lusa seperti dilansir Reuters Sabtu (12/3/2022).

Petugas dari Kepolisian Yudisial, badan investigasi kriminal nasional, menahan rabi Daniel Litvak pada hari Kamis sebagai bagian dari investigasi oleh pihak kejaksaan terhadap proses pemberian status kewarganegaraan Abramovich.

Pengusaha asal Rusia itu telah dijatuhi sanksi oleh pemerintah Inggris atas hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan invasi Rusia ke Ukraina. Dia membantah memiliki keterkaitan itu.

Abramovich diberi status kewarganegaraan Portugal tahun lalu berdasarkan undang-undang naturalisasi bagi keturunan Yahudi Sefardi yang diusir dari Semenanjung Iberia selama Inkuisisi Abad Pertengahan. 

Garis keturunan pemohon diverifikasi oleh pakar di salah satu organisasi Yahudi Portugal di Lisbon atau Porto. Komunitas Yahudi di kota Porto, di mana rabi Litvak tinggal, bertanggung jawab atas proses aplikasi Abramovich.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hanya ada sedikit sejarah Yahudi Sefardi di Rusia yang diketahui, meskipun Abramovich merupakan nama belakang yang umum dipakai orang keturunan Yahudi Ashkenazi.

Lusa melaporkan bahwa Litva sedang bersiap untuk melakukan perjalanan ke Israel ketika dia ditangkap. Dia diminta untuk menyerahkan paspornya dan secara berkala harus lapor diri kepada pihak berwenang.

Komunitas Yahudi Porto telah membantah melakukan kesalahan dan mengatakan mereka menjadi target kampanye kotor, seraya menambahkan bahwa Litvak bekerja berdasarkan kriteria yang “telah diterima oleh pemerintah Portugal dari dulu hingga sekarang.”

Dalam keterangannya hariJumat, Polisi Yudisial dan Jaksa Penuntut Umum menyatakan ada dugaan pencucian uang, korupsi, penipuan, dan pemalsuan dokumen dalam proses pemberian status kewarganegaraan bagi keturunan Yahudi Sefardi.

Hampir 57.000 keturunan Yahudi Sefardi telah diberikan kewarganegaraan sejak undang-undang tersebut diterapkan pada tahun 2015, menurut data resmi Portugal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KewarganegaraanPortugalrabi YahudiRoman AbramovichrusiaYahudi AshkenaziYahudi Sefardi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Madrasah Al-Quran Ar-Rohmah Tahfidz Malang Gelar Ujian Terbuka Al-Qur’an
Tulisan selanjutnya Pengadilan Perintahkan Penangkapan Eks Presiden El Salvador Terkait Pembunuhan 6 Pendeta Yesuit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?