Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sebut Penanganan Xinjiang Penanggulangan Teroris, China Klaim Didukung Banyak Negara

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Juli 2019 21:52 9:52 pm
Ahmad
Dipublikasikan 30 Juli 2019 21:55
Bagikan
Ribuan massa menggeruduk Konjen China di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/12/2018) dalam aksi membela Muslim Uighur.
Bagikan

Hidayatullah.com—-Kementerian Luar Negeri China menunjukkan kekuatan dukungan sejumlah negara terhadap kebijakan kontraterorisme di Daerah Otonomi Xinjiang.

“Upaya beberapa negara Barat untuk mengaburkan fakta di Xinjiang mengalami kegagalan karena penanggulangan terorisme dan ekstremisme di Xinjiang justru mendapatkan dukungan dan pujian,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying di Beijing, Senin (29/7) dikutip Reuters.

Ia menyebut sebanyak 50 duta besar di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa (UNOG) telah mengirimkan surat kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) dan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM.

Ke-50 dubes, di antaranya Rusia, Pakistan, Arab Saudi, Aljazair, dan Kuba itu untuk pertama kalinya dalam surat tersebut menyatakan bahwa kontraterorisme dan deradikalisme dengan mendirikan lembaga pendidikan dan pelatihan keterampilan di beberapa daerah di Xinjiang sebagai kebijakan yang efektif dan sesuai dengan prinsip-prinsip HAM.

Sebelumnya 24 negara anggota UNHRC telah menandatangani surat yang mengkritik kebijakan China itu di Xinjiang yang dihuni oleh suku minoritas muslim Uighur.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ke-24 anggota UNHRC yang penduduknya tidak lebih dari 600 juta jiwa merupakan negara-negara maju di Barat dan tidak satu pun negara Islam atau negara sedang berkembang. Sementara 50 negara pendukung China dari Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa populasinya saja sudah mencapai 2 miliar, lalu 28 negara tersebut anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Jumlah penduduknya saja lebih dari dua kali lipat 24 anggota UNHRC,” kata jubir perempuan itu membandingkan.

Menurut dia, beberapa dubes yang mendukung kebijakan China itu sudah pernah mengunjungi Xinjiang dan menyaksikan sendiri fakta di lapangan.

“Sekarang menjadi jelas, siapa sebenarnya yang benar dan siapa yang salah dalam menyikapi persoalan di Xinjiang,” ujarnya.

Mengenai persoalan utama di Xinjiang, Hua mengatakan bahwa upaya-upaya kontraterorisme dan deradikalisasi di Xinjiang mendapatkan dukungan, pujian, dan bisa dimengerti.

“Dalam kurun tiga tahun, tidak ada lagi tindak kekerasan atau serangan teroris yang terjadi di Xinjiang. Masyarakat di sana sekarang bisa hidup rukun di antara semua etnis,” ujarnya.

Hari Jumat (12/07/2018), sebanyak 37 negara (termasuk Rusia dan Arab Saudi) ikut memberikan dukungan atas penindasan rezim komunis China terhadap Muslim di Xinjiang.

Negara-negara ini memuji apa yang disebutnya prestasi luar biasa China di bidang hak asasi manusia, di mana China telah melakukan serangkaian tindakan anti-terorisme dan deradikalisasi di Xinjiang.

Arab Saudi, Rusia, dan 35 negara lainnya telah menulis surat kepada PBB yang mendukung kebijakan China di wilayah barat Xinjiang, menurut salinan surat yang dilihat oleh Reuters, yang bertentangan dengan kritik negara-negara Barat.

Sebelumnya 22 duta besar telah menandatangani surat yang mengkritik kebijakan China.

Human Rights Watch (HRW) menyatakan 22 negara Barat telah mengeluarkan pernyataan yang mendesak China. Mereka ingin China segera mengakhiri penahanan sewenang-wenang massal dan pelanggaran lainnya terhadap warga Uighur, dan Muslim lainnya di wilayah Xinjiang.

Agustus 2018, komite PBB mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat, dan di sana mereka menjalani apa yang disebut program ‘re-edukasi, atau ‘pendidikan ulang’.

Diperkirakan ada sekitar 1,5 juta etnis minoritas, sekitar 1 dari enam orang dewasa dari kelompok minoritas Muslim di Xinjiang. Mereka ditahan di pusat detensi, pengasingan, dan fasilitas re-edukasi atau kerap dijuluki ‘Kamp Cuci Otak’.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHuman Rights WatchPBBuighurUNHRCxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gubernur Anies Baswedan Beri Sertifikat 1.110 Juru Sembelih Halal
Tulisan selanjutnya PBB Puji Cara Malaysia Menangani Pengungsi Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?