Hidayatullah.com–Dua pria berkaitan dengan kelompok ISIS dinyatakan bersalah di Australia berencana meledakkan sebuah pesawat dengan bahan peledak yang disembunyikan di alat penggiling daging.
Mahmoud Khayat, 34, terbukti bermaksud menjatuhkan pesawat Etihad yang terbang dari Sydney menuju Abu Dhabi pada bulan Juli 2017, kata juri dalam persidangan hari Kamis (19/9/2019). Abangnya, Khaled Khayat, 51, dinyatakan bersalah dalam kasus yang sama pada bulan Mei. Keduanya menyatakan tidak bersalah, lapor BBC.
Rencana mereka gagal ketika tas berisi bom yang dibawanya tidak dapat diperiksa di bandara karena kelebihan beban.
Jaksa penuntut mengatan mereka bermaksud meledakkan pesawat Etihad berpenumpang 400 orang dengan bahan peledak berkualitas setara dengan yang biasa dipakai militer yang disembunyikan dalam sebuah alat pelumat daging.
Setelah rencana itu gagal, kedua bersaudara itu juga berencana melancarkan serangan gas kimia di Sydney, kata jaksa. Mereka ditangkap 11 hari setelah kejadian di bandara.
Seorang saudara mereka yang lain, Amer Khayat, membawa tas berisi bom itu ke bandara di kota Sydney. Namun, dia bukan bagian dari rencana jahat tersebut. Pihak berwenang mengatakan kedua saudaranya
memasukkan bom itu ke dalam tas tanpa sepegetahuannya.
Mahmoud dan Khaled Khayat terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup. Persidangan vonis hukumannya akan digelar kemudian
Amer Khayat ditahan dalam penjara di Libanon sejak 2017, tetapi dibebaskan hari Kamis (19/9/2019) setelah saudaranya itu divonis bersalah, lapor kantor berita Libanon NNA.
“Perlu waktu untum mengungkap kebenaran, agar ketidakbersalahannya terungkap,” kata pengacara Amer Khayat, Jocelyne Al-Rai, kepada para reporter di Beirut.
Dalam persidangan Khayat bersaudara di Australia, jaksa mengatakan bahwa kedua terdakwa menerima perintah dari saudara lelaki mereka lainnya, Tareq Khayat, yang merupakan seorang militan ISIS yang kemudian dipenjara di Iraq.
Polisi mengatakan bahan peledak yang digunakan untuk membuat bom dikirim lewat udara dari Turki sebagai bagian dari rencana yang diilhami dan diarahkan oleh ISIS alias Daesh (IS).*