Hidayatullah.com — Kebakaran yang melanda sebuah kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh selatan, menewaskan seorang bocah berusia 6 tahun dan menyebabkan 2.000 orang kehilangan tempat bernanung, lansir Al Jazeera pada Rabu (09/03/2022).
Insiden itu menjadi kebakaran keenam dalam satu tahun terakhir yang melanda kamp pengungsi terbesar di dunia. Kamp Kutupalong di Cox’s Bazar, sebuah distrik perbatasan di mana lebih dari satu juta pengungsi Muslim Rohingya tinggal, telah menjadi tempat tinggal bagi mereka yang melarikan diri dari penindasan militer Myanmar pada tahun 2017.
Pada Januari, sebuah kebakaran besar melanda kamp pengungsian itu. Menghancurkan 1.200 tenda dan menyebabkan lebih dari 5.000 orang kehilangan tempat tinggal, sementara empat kebakaran kecil juga terjadi antara Januari dan Maret.
Save the Children mengatakan beberapa keluarga korban kebakaran terpaksa tinggal bersama kerabat, sementara yang lain dibawa ke kamp lain.
“Tempat penampungan yang terbuat dari bambu kering dan terpal sangat mudah terbakar. Lebih banyak bahan tahan api harus diizinkan dan bukaan tambahan di pagar perlu dibangun sehingga pengungsi dapat mencapai keselamatan dalam keadaan darurat,” kata Direktur Save the Children di Bangladesh, Onno van Manen, dalam sebuah pernyataan.
“Risiko kebakaran di daerah padat penduduk dan terbatas ini sangat besar, tetapi dapat dihindari dengan dukungan dan infrastruktur yang tepat.”
Mohammed Shamsud Douza, seorang pejabat pemerintah Bangladesh yang bertanggung jawab atas pengungsi, mengatakan api baru bisa dikendalikan pemadam kebakaran setelah beberapa jam.
Penyebab kebakaran belum diketahui, tambahnya.
“Sayangnya, seorang anak meninggal (dalam kebakaran). Dan lebih dari 300 rumah hangus terbakar,” kata Douza kepada kantor berita Reuters melalui telepon.
Video dan foto-foto menunjukkan asap hitam mengepul di atas gubuk-gubuk dan tenda-tenda pengungsi yang terbakar saat korban berebut menyelamatkan barang-barang mereka.
“Semuanya terbakar menjadi abu. Banyak yang tidak memiliki rumah,” kata pengungsi Mohammed Shafiullah.
Kebakaran dahsyat pada Maret lalu menyapu pemukiman pengungsi Rohingya lain di Cox’s Bazar, menewaskan sedikitnya 15 pengungsi dan menghancurkan lebih dari 10.000 gubuk.*