Hidayatullah.com–Mahathir Mohamad mengulangi perkataannya bahwa peralihan jabatan perdana menteri merupakan isu yang belum didiskusikan, dan bahwa tanggal pastinya sulit untuk ditetapkan.
PM Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan transisi kekuasaan antara dirinya dan Anwar Ibrahim tergantung pada berapa banyak pekerjaan yang dapat dituntaskannya.
“Kami harus mengkaji situasinya. Sulit untuk menentukan tanggal pasti (ketika) pekerjaan setengah selesai atau belum selesai,” kata Mahathir usai meluncurkan Security and Public Order Policy hari Kamis (3/10/2019) seperti dilansir The Star.
Saat dialog di sebuah acara sela pada pertemuan Majelis Umum PBB di New York beberapa hari lalu, Mahathir mengatakan mungkin akan mengalihkan jabatannya setelah tiga tahun.
Akan tetapi, menurut politisi veteran Partai Keadilan Rakyat (PKR) Dr. Syed Husin Ali orang tidak dapat memegang omongan Dr. Mahathir. Pasalnya, perdana menteri berusia 94 tahun itu memiliki kecenderungan mengatakan A hari ini, tetapi kemudian mengatakan B keesokan harinya.*