Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rwanda Luncurkan Ponsel Pintar Pertama Made in Africa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2019 18:52 6:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Oktober 2019 18:52
Bagikan
Ponsel Mara X dan Z buatan Rwanda.
Bagikan

Hidayatullah.com—Perusahaan asal Rwanda Mara Group hari Senin (7/10/2019) meluncurkan dua ponsel pintar dan menyebutnya sebagai yang pertama “Made in Africa”.

Dilansir Reuters, Mara X dan mara Z menggunakan sistem operasi Android besutan Google dan dijual dengan harga 175,750 franc Rwnada dan 120,250 franc Rwanda. CEO Mara Group Ashish Thakkar mengatakan ponsel itu menarget konsumen yang bersedia membayar untuk kualitas lebih.

“Ini pertama kalinya ponsel pinta dibuat di Afrika,” kata Thakkar kepada Reuters, setelah mengajak berkeliling perusahaan bersama Presiden Rwanda Paul Kagame.

Berbagai perusahaan merakit ponsel pintar di Mesir, Ethiopia, Aljazair dan Afrika Selatan, tetapi mengimpor komponen-komponennya, kata Thakkar.

“Kami yang pertama benar-benar melakukan proses manufaktur. Kami membuat sub-motherboard selama seluruh proses,” papar Thakkar. “Keseluruhan ada lebih dari 1.000 potongan perponsel,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Thakkar mengatakan pabriknya menelan biaya US$24 juta dan sanggup menghasilkan 1.200 ponsel perhari.

Mara Group berharap bisa mendulang keuntungan dengan adanya African Continental Free Trade Agreement, sebuah kesepakatan yang bertujuan mengdongkrak volume perdagangan di antara 55 negara Afrika yang tergabung di dalamnya.

Kesepakatan itu akan berlaku efektif bulan Juli 2020, dan diharapkan dapat menyatukan pasar 1,3 miliar orang dan menghasilkan US$3,4 tiliun dalam blok kerja sama ekonomi itu. Akan tetapi kesepakatan tersebut masih berada dalam tahap awal dan belum ada batas waktu yang disepakati untuk menghapuskan tarif.

Presiden Kagame berharap ponsel Made in Africa itu akan menambah jumlah warga pengguna ponsel di Rwanda yang saat ini baru sekitar 15%.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrikaponsel pintarRwanda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Atasi Krisis Daging, China Gemukkan Babi Sebesar Beruang
Tulisan selanjutnya raja salman rumah sakit Arab Saudi Mengupayakan Sudan Dicoret dari Daftar Teroris Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?