Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dari Mediterania Misi Kapal MOAS Sekarang Menyelamatkan Pengungsi Rohingya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 September 2017 06:16 6:16 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 September 2017 06:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah organisasi yang mengklaim pihaknya telah menyelamatkan lebih dari 40.000 orang yang terkatung-katung di Laut Tengah (Laut Mediterania), sekarang menggeser arah kapalnya menuju peraian Asia guna menyelamatkan pengungsi Rohingya.

Migrant Offshore Aid Station (MOAS) bergerak dari Malta, di mana mereka mengaku telah menyelamatkan puluhan ribu migran sejak 2014, menuju perairan dekat Myanmar.

Keputusan itu diambil MOAS setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan bahwa jumlah orang Rohingya, yang lari menyelamatkan diri dari persekusi di Myanmar beberapa waktu belakangan ini, diperkirakan sudah mencapai angka 87.000.

Akan tetapi, sesungguhnya MOAS juga menghadapi situasi yang tidak menentu terkait misinya di perairan Laut Tengah dekat Libya.

Saat ini Eropa berketapan untuk menghentikan arus pengungsi dari Libya, sementara negara Afrika Utara itu berusaha menstabilkan kondisi dalam negerinya. MOAS menghadapi dilema, jika mereka mengirim para migran yang diselamatkan ke Eropa, pasti akan mendapatkan penolakan. Sedangkan jika para migran dikirim balik ke Libya, kondisi mereka juga tidak bisa dipastikan aman.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Agar kapal Phoenix yang dibuat tiga tahun silam tidak sia-sia, salah satu pendiri MOAS Regina Catrambone mengatakan kapal penyelamat pengungsi itu harus diberikan misi baru, menuju perairan Asia, lapor BBC Senin (4/9/2017).

Kapal tersebut diperkirakan akan mencapai Teluk Bengala dalam waktu sekitar tiga pekan.

MOAS mengatakan kapal itu akan membawa cukup banyak bantuan kemanusian untuk orang-orang Rohingya dan bekerja dengan transparansi dan akuntabilitas yang baik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trump Akhiri Program Perlindungan Imigran Anak DACA
Tulisan selanjutnya Bangladesh Kirim Tim ke Manila Guna Menyelamatkan Uang Negara yang Dicuri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?