Hidayatullah.com–Mantan kepala kepolisian nasional Filipina menghadapi gugatan pidana berkaitan dengan penjualan narkoba sitaan.
Jenderal Oscar Albayalde mengundurkan diri pekan lalu di tengah-tengah tuduhan bahwa dirinya turun tangan melindungi anggota-anggota kepolisian yang terlibat dalam penjualan narkoba ilegal.
Ketika menjabat Albayalde memimpin pelaksanaan kebijakan perang terhadap narkoba Presiden Rodrigo Duterte.
Albayalde membantah tuduhan itu, tetapi dia mempersilahkan aparat melakukan investigasi sehingga dia mendapat proses hukum yang jujur dan adil.
Penyelidikan yang dilakukan Senat, yang digelar bulan ini, merekomendasikan agar Albayalde dan 13 anak buahnya dijerat hukum dengan pasal narkoba serta suap berkaitan dengan penjualan kembali narkotika sitaan pada tahun 2013.
Gugatan pidananya dimasukkan hari Senin (21/10/2019) oleh Philippine National Police Criminal Investigation and Detection Group (PNP-CIDG), lembaga yang bertugas menyelidiki tindak pidana yang dilakukan oleh anggota kepolisian, lansir BBC.
Sekarang kewenangan ada di Departemen Kehakiman apakah akan meneruskan perkara jenderal itu dan 13 anak buahnya berdasarkan gugatan yang masuk.
Pada bulan Juli, UN Human Rights Council lewat pemungutan suara memutuskan agar dibentuk tim investigasi apakah kebijakan perang melawan nerkoba yang dicanangkan Presiden Duterte dalam pelaksanaannya melanggar HAM rakyat. Laporan dari tim itu akan memusatkan perhatian pada pembunuhan ekstrayudisial, penangkapan sewenang-wenang dan penghilangan orang.*