Hidayatullah.com–Perdana Menteri Malaysia menyuarakan ketidaksenangannya terhadap kondisi toilet-toilet umum di seluruh penjuru negeri.
PM Mahathir mengatakan dia sering memeriksa WC umum (Melayu: tandas awam) dan kerap mendapati kondisi bau serta kotor.
“Saya sangat malu (dengan kondisi itu). Ini mencerminkan perilaku kita. Kita seharusnya merasa malu, tetapi kita justru menganggapnya biasa saja, karena tidak ada yang tahu siapa melakukan apa,” kata Mahathir.
“Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran bermasyarakat di dalam diri kita,” kata Mahathir dalam peluncuran program Pendidikan Kewarganegaraan hari Selasa (13/8/2019) seperti dikutip The Star.
Perdana menteri berusia lebih dari 90 tahun itu mengatakan bahwa kekagumannya terhadap budaya Jepang sudah diketahui khalayak, dan dia mengaku sangat terkesan dengan standar tinggi higiene orang Jepang dan bagaimana anak-anak diajarkan tentang kesadaran lingkungan sejak dini.
Mahathir juga menyinggung soal kebiasaan membuang sampah sembarangan dan menyebut grafiti sebagai pemandangan yang menyakitkan mata.
“Apabila tiga juta orang di Kuala Lumpur membuang puntung rokok seenaknya, maka dalam waktu dekat kita akan hidup dalam gunungan puntung rokok,” kata Mahathir, yang merupakan lulusan sekolah kedokteran di Inggris itu.
Dia menekankan bahwa pendidikan kewarganegaraan sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai moral dan mengarahkan anak-anak menjadi warga negara yang lebih baik.
“Dengan pemikiran rakyat yang beradab, Malaysia akan lebih maju dan akan dipandang baik di mata dunia,” kata pria yang kerap dipanggil Dr. M itu.
Pendidikan kewarganegaraan diperkenalkan kembali di sekolah-sekolah Malaysia pada bulan Juni dan disisipkan dalam mata pelajaran bahasa Melayu, Inggris, pendidikan agama Islam, pendidikan moral serta sejarah.*